Bandara Banyuwangi Ditutup Akibat Abu Vulkanik Rinjani

  • Whatsapp

JAKARTA, Jowonews.com – Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur juga ditutup sejak Rabu pukul 08.30 WIB akibat abu erupsi Gunung Rinjani.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata dalam pesan singkat di Jakarta, Rabu mengatakan diperkirakan penutupan bandara tersebut hingga Kamis (5/11).

Bacaan Lainnya

“Sehingga diperkirakan sampai besok pagi ada 3 Bandara ditutup yaitu, Bandara Ngurah Rai Bali, Selaparang Lombok dan Banyuwangi,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gunung Rinjani yang terletak di dalam wilayah Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, kembali meletus pada Selasa (3/11).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho letusan terjadi beberapa kali sejak Selasa pagi.

Dia mengatakan tinggi letusan mencapai sekitar 3.500 meter dpal atau sekitar 1.000 meter atas Kawah Barujari.

“Abunya sangat halus dan terbawa angin ke arah barat. Berdasarkan citra Satelit Terra, terpantau sebaran abu vulkanik menutupi Selat Lombok, wilayah Bali, Selat Bali hingga Banyuwangi,” paparnya.

Sutopo menambahkan hujan abu tipis melanda daerah-daerah tersebut.

Akibatnya, lanjut dia, tujuh desa di Kabupaten Lombok Utara terjadi hujan abu. BPBD Provinsi NTB telah membagikan 4.000 masker kepada masyarakat.

“Kondisi demikian menyebabkan operator Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, menutup sementara operasional bandara,” ujarnya.

Penutupan berdasarkan informasi BMKG dan “Volcanic Ash Advisory Center” (VAAC) di Darwin.

Dia mengatakan status Gunung Rinjani masih Waspada (level II) yang diberlakukan sejak 25-10-2015 pukul 13.00 WITA.

“PVMBG terus melakukan pemantauan secara intensif guna mengevaluasi tingkat aktivitas G. Rinjani,” imbuhnya.

Hingga saat ini, dia mengatakan, masih terdapat potensi erupsi lanjutan yang diindikasikan dengan terekamnya gempa tremor Hembusan dengan amplituda maksimum 2-3 mm dengan lama gempa 5-10 detik.

Masyarakat di sekitar G. Rinjani dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan beraktivitas/berkemah di dalam Kaldera G. Rinjani dan di dalam radius 3 km dari kawah G. Barujari yang berada di dalam Kaldera G. Rinjani.

“Masyarakat di sekitar G. Rinjani diharap tenang dan tetap waspada, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Rinjani,” ucapnya, berharap.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *