BMKG Deteksi Titik Panas Di Pesisir Selatan

  • Whatsapp

PADANG, Jowonews.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun GAW Koto Tabang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan pantauan satelit Terra & Aqua pada Rabu pukul 05.00 WIB terdapat satu titik panas di provinsi itu yaitu di Pesisir Selatan.

“Selain satu titik panas di Pesisir Selatan, kami mendeteksi 12 titik panas lainnya di Sumatera yaitu enam titik di Sumatera Selatan, empat titik di Lampung dan dua titik di Kepulauan Bangka Belitung,” kata Kepala Seksi Meteorologi BMKG GAW Koto Tabang, Budi Satria saat dikonfirmasi dari Padang, Rabu.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan jumlah ini mengalami penurunan dari pantauan satelit Terra & Aqua pada Selasa (3/11) yang mendeteksi hingga 200 titik panas di Sumatera.

Namun jumlah titik panas yang terdeteksi dari Satelit Terra & Aqua pada Rabu (4/11) berbeda dengan pantauan Satelit NOAA-18 pada jam yang sama yang mendeteksi 36 titik panas di Sumatera.

“NOAA-18 mendeteksi 20 titik panas di Kepulauan Bangka Belitung, enam titik di Lampung, enam titik di Sumatera Selatan dan empat titik di Jambi,” kata dia.

Sebaran titik panas yang terpantau di bagian selatan Sumatera ini masih akan memberikan pengaruh terhadap kualitas udara di Sumbar, walaupun dampaknya terminimalisir oleh faktor hujan.

“Di Sumbar bagian Selatan, seperti Solok Selatan dan Dharmasraya diprediksi masih merasakan dampak kabut asap meski tidak sesignifikan minggu sebelumnya,” kata dia.

Berdasarkan pantauan konsentrasi PM10 pada pukul 06.00 WIB di Sumbar khususnya daerah Bukittinggi, Agam dan sekitarnya, kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada kadar pencemaran 29 ug/m3 dan termasuk kategori baik.

Ia mengatakan perkiraan cuaca pada Rabu (4/11) ialah meningkatnya peluang hujan di Sumatera, terutama di bagian utara dan tengah sehingga menyebabkan berkurangnya sebaran kabut asap.

Sementara salah seorang warga Bukittinggi, Imran (52) mengatakan hujan yang terjadi beberapa hari terakhir berdampak baik pada kualitas udara di daerah itu.

“Kabut asap yang menyelimuti Bukittinggi dan sekitarnya sudah mulai hilang dan warga berharap keadaan ini dapat bertahan,” kata dia.    (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *