HIV/AIDS di Kendal tak Terkendali

  • Whatsapp

KENDAL, Jowonews.com—Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kendal semakin tak terkendali. Data Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kendal, tercatat orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kendal mencapai 507 orang. Rinciannya, penderita HIV 318 orang dan 189 orang HIV yang meningkat jadi AIDS.

Jumlah tersebut menurutnya meningkat drastis dari data terakhir pada Februari lalu yang hanya 454 kasus. Terdiri dari 296 orang pengidap HIV dan 158 pengidap AIDS. Itu artinya dalam kurun waktu tujuh bulan ini, ada peningkatan jumlah penderita sebanyak 53 ODHA.

Bacaan Lainnya

Data tersebut adalah data yang terdeteksi atau warga dengan resiko tertular yang bersedia memeriksakan diri dan menjalani tes VCT. Dari data tersebut, tiga daerah tertinggi penderitanya adalah Kaliwungu (111 kasus), Rowosari (31 kasus) dan Singorojo (29 kasus).

“Kaliwungu tertinggi karena daerah tersebut terdapat lokalisasi. Dimana terjadi jual beli jasa seks bebas yang menjadi penyebab utama penularan virus HIV/AIDS. Sebab rata-rata kasus yang kami jumpai kebanyakan penularannya melalui hubungan seks bebas,” ujar Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi Mufdi Yukamto, Selasa (3/11) kemarin.

Oleh Karena itu, , ia meminta kepada warga yang memiliki resiko tinggi terhadap penularan virus HIV/AIDS agar memeriksakan diri dengan tes darah atau VCT ke puskesmas terdekat. Sehingga bisa mendapatkan penanganan lebih dini agar tidak meningkat ke AIDS.

“Orang dengan resiko HIV/AIDS tinggi adalah mereka yang suka berganti-ganti pasangan atau biasa melakukan jual beli jasa seks. Sebab jika tidak segera ditangani, maka bisa menular ke keluarga, yakni suami atau istri serta orang lain yang berhubungan badan dengan penderita,” jelasnya.

Mufdi mengingatkan, bagi warga yang suka bergonta-ganti pasangan, hendaknya selalu memakai alat pengaman kondom. Hal itu untuk mencegah penularan virus HIV/AIDS. “Makanya di lokalisasi, selalu kami tekankan wajib kondom kepada para anak asuh maupun warga yang biasa jajan. Sebab virus ini sangat mematikan dan sampai sekarang belum ada obatnya,” paparnya.

Sekretaris KPA Kendal, Mochammad Rozi mengatakan jika KPA setiap bulan mengirimkan kondom ke lokalisasi rata-rata 2.000 buah kondom per bulan.  Dari Januari-Juli ini jumlah kondom yang sudah distok ke lokalalisasi di Kendal ada sebanyak  17.136 buah.

Riciannya, Januari (3.024 buah), Februari (2.448 buah) dan Maret (5.158 buah). Selanjutnya April (720 buah), Mei (3.168 buah), Juni (1.584 buah) dan Juli (1.008 buah). “Rutin kami setiap bulan selalu kami pasok kepada mucikari dan pekerja seks komersil (PSK),” paparnya.

Tapi kelemahannya, lanjut Rozi, kesadaran para pengguna jasa PSK untuk memakai kondom masih rendah. Para PSK sendiri tidak mau memaksa para tamunya untuk memakai kondom, sebab takut tidak laku.  “Katanya kalau pakai kondom, rasanya kurang enak,” jelasnya.

Rozi memaparkan, jumlah kondom yang dipasok KPA ke lokalisasi di Kendal, yakni lokalisasi gambilangu dan Alaska pertahun mencapai puluhan ribu. Dari 2011-2013 berturut pasokan kondom dari KPA ke dua lokalisasi tersebut mengalami penurunan. 2011 (139.200 buah), 2012 (52.272 buah) dan  menurun lagi 2013 (38.160 buah). (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *