Pasar Rejosari Segera Dibangun

  • Whatsapp
Jpeg

SALATIGA, Jowonews.com- Meski tertunda, rencana pembangunan Pasar Rejosari oleh investor mengalami kemajuan yang signifikan. Saat ini, sudah memasuki tahap apresial atau perhitungan aset.

Disperindag UMKM Kota Salatiga tengah menunggu hasil perhitungan dari tim independen untuk menaksir nilai aset bangunan Pasar Rejosari.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pasar dan UMKM Drs Muthoin mengatakan, pembangunan Pasar Rejosari yang rencananya dilakukan awal Oktober lalu, belum bisa dilaksanakan. Karena harus terlebih dahulu menunggu lelang aset yang dilakukan oleh Lelang Negara di Semarang. Hal itu merupakan proses yang harus dilalui, karena menyangkut aset pemerintah.

“Kami sudah mengundang tim apresial dari Semarang untuk menghitung aset Pasar Rejosari, setelah taksiran keluar, baru dokumen (diserahkan) ke Semarang untuk dilelang,” ujar Muthoin.

Namun Muthoin sendiri belum mengetahui, berapa nilai aset eks Pasar Rejosari ( Pasar Sapi) itu.  Namun secara kasat mata, aset itu berupa besi, pintu ( rolling door), asbes dan bata.

Dijelaskan dia, setelah lelang selesai, pemenang lelang akan membongkar bangunan. Setelah rata dengan tanah atau pembongkaran bangunan selesai, maka baru bisa dilakukan pembangunan. “ Kita nunggu lelang dulu, baru pembongkaran bangunan. Lelangnya kapan kami juga belum tahu,” imbuhnya.

Dengan melihat kondisi tersebut, Muthoin berharap lelang dan pembongkaran aset sudah rampung di akhir tahun ini, sehingga awal tahun 2016 sudah bisa dimulai pembangunan pasar. “Harapan kami di awal tahun ini bisa segera dimulai pembangunan,” imbuhnya.

Diketahui, pasca terbakar di tahun 2008 lalu, Pasar Rejosari tidak kunjung dibangun. Kemudian Pemkot Salatiga menggandeng investor yaitu PT Patra Barqah Itqoni ( PBI) dengan nilai investasi kurang lebih Rp 50 miliar.

Namun rencana pembangunan pasar tersebut tidak berjalan mulus. Sejumlah pedagang menolak pembangunan dilakukan oleh investor dengan alasa harga los/kios ke pedagang mahal. Pedagang yang menolak enggan dipindah di penampungan sementara yang dibuat investor. Bahkan kasus ini juga sampai ke meja hijau, karena para pedagang menggugat Pemkot Salatiga dan pihak investor. Namun gugagatan tersebut dimenangkan oleh Pemkot.

Setelah melalui dialog dan pendekatan yang cukup lama, para pedagang akhirnya setuju dengan pembangunan Pasar Rejosari setelah tercapai kesepakatan harga dengan pihak investor yang di mediatori pihak Disperindagkop dan UMKM Kota Salatiga. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *