Regenerasi Pembatik Kudus Perlu Diupayakan

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com  – Regenerasi pembatik di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, harus menjadi perhatian semua pihak agar upaya pengembangan kerajinan batik khas Kudus tidak terkendala keterbatasan tenaga kerja di bidang batik tulis, kata Bupati Kudus Musthofa.

“Pemkab Kudus siap mendukung penuh pengembangan kerajinan batik khas Kudus yang saat ini mulai dikenal luas di Tanah Air,” ujarnya usai menerima buku berjudul “Batik Kudus The Heritage” dari pegiat batik di Kudus, Selasa.

Bacaan Lainnya

Ia juga mengapresiasi, para pegiat batik khas Kudus, sehingga desain batik khas Kudus lebih modis dan modern, dibanding sebelumnya belum tersentuh pengembangan.

Padahal, lanjut dia, potensi batik tulis khas Kudus cukup luas biasa, jika dibandingkan dengan daerah lainnya.

Bahkan, kata dia, saat ini juga sudah tercipta buku yang di dalamnya terdapat aneka motif batik khas Kudus serta motif baru dengan sentuhan desainer yang sudah terkenal.

Dalam rangka mendukung proses regenerasi pembatik, kata dia, Pemkab Kudus memang sudah berupaya membuka pelatihan membatik lewat Balai Latihan Kerja.

Agar lebih mudah dalam proses penjaringannya, kata dia, perlu menggandeng para pengrajin batik tulis khas Kudus sekaligus dipekerjakan di galeri-galeri milik para pengrajin batik.

Dengan model seperti itu, lanjut dia, akan terjadi seleksi alam, sehingga akan muncul bibit baru yang memang memiliki motivasi dan keinginan tinggi menjadi pembatik.

Untuk melahirkan generasi pembatik, kata dia, memang dibutuhkan orang-orang yang benar-benar serius dan tidak sekadar mencari pekerjaan sampingan karena membutuhkan waktu yang panjang.

“Kami juga akan mengupayakan pembuatan ruang pamer khusus produk batik khas Kudus, sehingga bisa menjadi ajang promosi kepada masyarakat lokal maupun luar daerah,” ujarnya.

Dukungan lainnya, yakni lewat seragam batik untuk para pegawai negeri sipil (PNS).

Untuk kebijakan seragam batik bagi PNS, kata dia, perlu dibuatkan desain yang lebih modern dan menarik semua pegawai untuk memakainya.

Salah seorang perajin batik tulis di Kudus Ummu Asiyati mengakui, untuk mendapatkan tenaga kerja yang ahli di bidang batik memang tidak mudah karena harus mencari orang-orang yang benar-benar mau didik dan sabar.

Pasalnya, kata dia, untuk mendidik seseorang bisa membatik halus bisa mencapai satu tahunan. “Terkadang dalam waktu satu hingga dua bulan, orang yang bakat sudah mulai menunjukkan kualitasnya,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, mendidik generasi pembatik memang tidak bisa hanya sekadar dilatih, melainkan harus langsung praktik di tempat kerja pemilik usaha batik.

Sementara dalam rangka melahirkan tenaga desain batik yang baru, dia mengaku, sudah mempersiapkan anaknya sendiri, meskipun tingkat kesabaran dalam membuat desain secara manual masih perlu ditingkatkan karena lebih senang membuat desain lewat komputer. (JN04/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *