TNI Bantu Air Bersih Untuk Warga Perbatasan

  • Whatsapp

KUPANG, Jowonews.com – Tentara Nasional Indonesia dari unsur Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste, Batalyon Infantri 725/Woroagi, membantu penyaluran air bersih kepada warga perbatasan yang sedang menghadapi tengah krisis air akibat kemarau panjang.

“Bantuan air bersih itu di tahap pertama disalurkan kepada warga di Desa Umanen, Kecamatan Atambua Barat,” kata Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Timor Leste dai Batalyon Infantri 725/Woroagi Mayor Inf Nurman Syahreda dari Atambua, Ibu Kota Kabupaten Belu, Rabu.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan membantu memberikan air bersih kepada warga yang dilanda kekeringan merupakan bagian dari wujud perhatian TNI unsur Satgas Pamtas terhadap kehidupan masyarakat sekitarnya yang saat ini sedang berjuang untuk bertahan di tengah krisis air bersih akibat kemarau panjang.

Dengan bantuan tersebut, diharapkan warga desa tersebut bisa menikmati layanan air bersih untuk pemenuhan sejumlah kebutuhan dalam rumah tangganya.

“Kita salurkan pakai tangki kita dan akan kita salurkan ke wilayah lain yang benar-benar telah masuk zona kritis air bersih,” katanya.

Selain sebagai bagian dari bentuk perhatian TNI kepada warga di perbatasan, katanya, bantuan dan kegiatan sosial tersebut dimaksud mengajak masyarakat bermanunggal dengan aparat di perbatasan, untuk membantu sejumlah fungsi dan tugas, termasuk memperkecil tindakan menyimpang seperti penyelundupan dan lainnya.

Secara institusi, kata Mayor Nurman, personel Satgas Pamtas RI-Timor Leste di Sektor Timur yang meliputi Kabupaten Belu tersebut, telah menyediakan sejumlah program kemasyarakatan, baik dari aspek sosial, ekonomi, pendidikan, maupun kegiatan lainnya, untuk bisa melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dari kerja sama.

Misalnya, kata dia, menerjunkan secara langsung personel ke sekolah-sekolah dan menjadi guru untuk sejumlah mata pelajaran, kegiatan sosial berupa pengobatan gratis, serta sejumlah kegiatan ekonomi yang diharap bisa memampukan warga meningkatkan ekonomi rumah tangganya.

“Semua kegiatan ini kita lakukan secara berkelanjutan, agar masyarakat bisa termotivasi untuk bersama TNI menjaga kedaulatan tanah dan air di sepanjang tapal batas Indonesia di Nusa Tenggara Timur ini,” katanya.

Terhadap Satgas Pamtas menghalau kemungkinan terjadinya kegiatan dan aksi ilegal warga berupa penyelundupan barang ke negara bekas provinsi ke-27 Indonesia itu, Mayor Nurman mengaku bekerja sama dengan masyarakat.

Menurut dia, teridentifikasi banyak “jalan tikus” yang digunakan oleh oknum masyarakat untuk melakukan sejumlah aksi ilegal berupa penyelundupan barang ke negara tetangga itu.

Oleh karena itu, katanya, TNI butuh kerja sama dengan masyarakat.

“Kita terus berupaya bersama masyarakat untuk menjaga semua kemungkinan kegiatan penyelundupan tersebut, demi penegakan hukum di negara ini,” katanya.    (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *