Warga Tutup Jalan Akses Proyek Tol SS

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.com – Pembangn jalan tol Semarang Solo (SS) diperkirakan molor lagi. Warga Dusun Rembes, Desa Watu Agung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (3/11) sore menutup jalan dusun yang dimanfaatkan untuk lalulintas alat berat pekerjaan proyek jalan tol Semarang Solo (SS).

Penutupan dilakukan lantaran tidak ada kejelasan siapa yang akan bertanggungjawab untuk perbaikan jalan jika terjadi kerusakan. Warga khawatir jalan tersebut rusak dan ditinggal begitu saja oleh kontraokiktor setelah proyek tol selesai.

Bacaan Lainnya

Tokoh masyarakat Dusun Rembes, Suwadi, 45, mengatakan, warga melakukan tindakan penutupan jalan sepanjang 600 meter dengan lebar 3 meter tersebut karena hingga saat ini tidak ada jawaban siapa yang bertanggungjawab melakukan perbaikan jalan desa tersebut jika ada kerusakan. Sebab sejak proyek tol berlangsung jalan tersebut digunakan untuk lalulintas kendaraan proyek.

“Kami sudah melayangkan surat ke TMJ dan ke PT Pembangunan Perumahan, 12 Oktober 2014 lalu. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban atas permintaan warga. Sehingga kami menutup jalan tersebut,” tutur Sumadi, Rabu (4/11).

Dalam surat yang dikirimkan warga tersebut berisi tuntutan kompensasi atas kerusakan dan polusi yang disebabkan oleh proyek tol. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan kapan dan siapa yang akan mengganti rugi.

“Jalan yang ditutup itu milik dusun dari rembes ke dusun nalen. Warga merasa suratnya tidak dijawab,bahkan disuruh buat surat lagi ke Bupati. Akhirnya warga jengkel menutup jalan tersebut sampai ada jawaban. Masyarakat menghendaki jawaban tertulis yang tidak merugikan warga,” tutur Kades Watu Agung, Heryu Cahyono.

Jalan akses ke proyek tol tersebut hingga saat ini masih ditutup. Sehingga proyek tol terancam akan terkendala. Sebab jalan terasebut menjadi akses satu-satunya untuk alat berat, truk bahan bakar dan kendaraan lainnya.

Kepala Proyek, PT Bumi Sentosa Dwi Agung, Tundo Karyono mengatakan, pihaknya saat ini melakukan penataan lahan untuk jalan tol di Watu Agung. Namun adanya permasalahan di lapangan seperti penutupan jalan Dusun Rembes menghambat pekerjaan. Padahal pekerjaan harus selesai sesuai jadual yang telah ditentukan.

“Jika jalan tersebut ditutup tentu menghambat pekerjaan. Karena itu jalan akses untuk masuk kawasan proyek tol. Misalnya untuk akses truk BBM, armada bengkel dan lainnya. Semestinya permasalahan ini segera diselesaikan agar tidak menghambat pekerjaan,” kata Tundo Karyono.(JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *