Data Tidak Akurat, Bantuan Pupuk Terancam Kisruh

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.com – Pendataan Kartu Petani yang tidak akurat dan tidak lengkap berdampak kisruh perolehan bantuan pupuk. Sebab bisa saja terjadi ada petani yang tidak dapat mengakses bantuan pupuk.

 Apalagi saat ini petani masih kebingungan untuk membuat pendataan, sebab banyak yang memiliki lahan lebih dari satu. Padahal bantuan pupuk menggunakan kartu petani hanya diakses untuk satu nama.   

Bacaan Lainnya

Menurut anggota Perkumpulan Petani, Bambang Setiyono, 35, warga Desa/Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, program kartu petani sebenarnya sangat membantu petani dalam mengakses bantuan. Namun persoalan di lapangan, seorang petani memiliki lahan pertanian lebih dari satu dan lokasinya tidak satu wilayah.

“Padahal nantinya pendataan kartu tani berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK) dan lokasi domisili. Di sini seorang petani bisa memiliki lebih dari satu lahan di beberapa wilayah yang berbeda. Kami khawatir nantinya lahan lainnya yang diluar domisili tidak kebagian pupuk. Karena bantuan hanya untuk satu nama sesuai NIK,” tutur Bambang, Kamis (7/11) di Desa Pabelan dalam kegiatan tanya jawab seputar pertanian.

Bambang berharap pendamping atau penyuluh petani dapat memberikan penjelasan untuk pengisian data kartu petani. Sebab masih banyak petani atau kelompok tani yang belum paham model pengisian data tersebut. “Sehingga nantinya seluruh lahan pertanian yang ditanami bisa terdata dalam kartu tani dan tetap mendapatkan pupuk,” harapnya.

Sementara itu Kepala Fungsional Pertanian, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kab. Semarang Iswanto, mengatakan, tahun 2015 update data kelompok tani harus selesai. Sehingga bisa diketahui identitas seluruh petani lengkap dengan luas lahan dan luas tanamnya.  Sebab di tahun 2016 sudah ada kartu tani, yang berguna untuk mengambil bantuan pupuk.

“Sepintas terlihat gampang, tapi dilapangan susah. Karena banyak petani miliki tanah di beberapa tempat. Sedangkan untuk ambil pupuk datanya hanya satu. Lalu sawah lainnya bagaimana. Untuk itu disiasati satu nama petani di data di satu kelompok dan datanya lahan yang ada di beberapa daerah dimasukan semua. Sebab jika ada dua nama yang sama saat akan mengakses kartu tani yang terpakai tetap satu nama saja,” beber Iswanto.

Ditambahkan Kepala Distanbunhut Urip Triyoga, memang masih ada kendala pendataan, apalagi masih anyak petani yang belum mendata. Pihaknya terus mendorong dan berupaya maksimal untuk selesainya pendataan.

“Memang datanya harus akurat sehingga tidak ada petani yang terlewat tidak mendapatkan bantuan,” ungkapnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *