Ngajak Mabuk, Pemuda Tewas Ditusuk

  • Whatsapp
Jpeg

BOYOLALI, Jowonews.com – Kasus pembunuhan terjadi di Boyolali. Dodi Mulyanto (28), tewas setelah ditusuk pisau oleh Muhammad Untung (46), di sub terminal Bangak, Kecamatan Banyudono, Kamis (5/11) dini hari.

Dodi, pemuda asal Dukuh Karang Kulon RT 01/03 Desa Cangkringan, Kecamatan Banyudono mengalami luka tusuk di dada kiri. Usai melakukan penusukan dan mengetahui korban telah tewas, Untung langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Banyudono yang berjarak sekitar 300 meter.

Bacaan Lainnya

Pria asal Jakarta yang sudah cukup lama berada di Bangak itu ke Mapolsek naik angkutan umum. Untung pun kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Banyudono. 

Tersangka Muhammad Untung mengaku, peristiwa pembunuhan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Tersangka selama ini memang tidur di Mushola sub terminal Bangak.

Dini hari itu, tersangka didatangi oleh korban dengan kondisi sudah mabuk. Korban datang mengajak tersangka untuk minum-minuman keras. Namun tersangka tidak mau. 

Tetapi korban malah marah-marah dan memaki-maki dengan kata tidak enak kepada tersangka. Korban juga memukuli tersangka dengan tangan kosong. Sehingga membuat tersangka naik pitam. “Dia (korban) memukul saya, kemudian saya tusuk pakai pisau,” kata Untung ditemui di Mapolsek Banyudono. 

Tersangka menusuk korban mengenai dadanya. Pertama mengenai dadanya tetapi sempat meleset. Ditusuk kedua kalinya kembali mengenai dada korban sebelah kiri. Korban berusaha kabur, namun akhirnya jatuh terkapar di depan salah satu kios, timur minimarket, dibawah pohon mangga. Korban pun akhirnya tewas di lokasi. “Saya tidak kenal korban. Ketemu juga baru sekali itu,” jelasnya. 

Pisau yang digunakan menusuk korban, dibeli tersangka di minimarket di sub terminal tersebut beberapa hari ini. Setelah menusuk korban, pisau dapur tersebut dan sarungnya dibuang di tempat sampah dekat lokasi kejadian. Lantas dia ke minimarket untuk beli minum. Namun dia tak langsung menyerahkan diri ke polisi. Dia tetap di lokasi tersebut. 

Sekitar pukul 04.30 WIB, pemilik kios di timur minimarket itu, Mbah Mul keluar. Dia memanggil Untung agar menjagakan anaknya, karena mau ditinggal shalat subuh di Mushola. Saat keluar itu, Mbah Mul melihat ada orang terkapar di depan kiosnya. Itu sempat ditanyakan kepada tersangka, siapa yang terkapar. “Saya mengatakan tak mengetahuinya dan tak mengaku kalau habis saya tusuk,” ngakunya. 

Mbah Mul sempat melihat korban dan mengatakan kepada tersangka jika orang tersebut telah tewas. Tersangka pun mengeceknya. “Saya lihat memang sudah tidak bernyawa. Di wajahnya dikerubuti lalat,” imbuhnya. 

Tak berapa lama kemudian, datang sejumlah tukang ojek dan melihat korban yang terkapar tak bernyawa. Lantas kejadian itu dilaporkan ke Polsek Banyudono. Tersangka pun segera menuju Polsek untuk menyerahkan diri. Petugas langsung menuju TKP untuk melakukan penyelidikan. Jenazah korban dibawa ke RSUD Moewardi Solo untuk diotopsi. 

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kapolsek Banyudono AKP Wahidin mengatakan, saat ini masih memintai keterangan tersangka dan saksi-saksi. Pihaknya juga belum bisa memastikan tentang motif tersangka membunuh korban. “Tersangka masih dimintai keterangan oleh penyidik. Masih kami dalami,” ujar Wahidin. 

Berkait pasal yang akan dijeratkan terhadap tersangka, sementara akan dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *