PDRB Kudus Capai Rp 45,9 T

  • Whatsapp
KUDUS, Jowonews.com –  Produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 2014 diukur atas dasar harga berlaku mencapai Rp45,99 triliun atau meningkat dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar Rp41,19 triliun.
 “Artinya, PDRB Kudus tumbuh sebesar 11,64 persen, dibandingkan tahun 2013,” kata Kepala Badan Pusat Statisitik (BPS) Kudus Endang Tri Wahyuningsih.
Sementara berdasarkan harga konstan 2000, maka PDRB tahun 2014 sebesar Rp15,05 triliun atau meningkat dibanding tahun 2013 sebesar Rp14,39 triliun.
Menurut dia, secara umum pertumbuhan ekonomi Kudus mengalami peningkatan.
Dari sembilan sektor lapangan usaha, yakni pertanian, penggalian, industri pengolahan, serta listrik, gas dan air bersih, kemudian bangunan, perdagangan, hotel dan restoran, angkutan dan komunikasi, keuangan serta jasa-jasa, pertumbuhan tertinggi atas dasar harga konstan adalah sektor bangunan yang tumbuh 9,43 persen.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi di lapangan usaha pertanian tahun 2014 juga naik sebesar 3,77 persen, meskipun tahun 2013 sempat turun 1,82 persen.
Lapangan usaha pertanian sebagai salah satu penyumbang PDRB Kudus mulai tahun 2013 peranannya digeser oleh sektor jasa-jasa karena tahun 2014 peranannya sebesar 2,95 persen atau lebih tinggi dari kontribusi sektor pertanian sebesar 2,66 persen.
Untuk lapangan usaha industri pengolahan yang selama ini merupakan kontributor terbesar PDRB mengalami pertumbuhan 3,97 persen atau menurun dibandingkan tahun 2013 mengalami pertumbuhan 4,5 persen.
“Secara riil sektor industri pengolahan terlihat sangat besar, dibandingkan dengan kedelapan lapangan usaha lainnya,” ujarnya.
Pertumbuhan lapangan usaha industri ditopang oleh aktivitas sub sektor industri besar, sedang, kecil serta mikro.
Kontribusi lapangan usaha tersebut, kata dia, sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kudus secara keseluruhan.
Lapangan usaha dengan peranan posisi kedua, yakni sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan menjamurnya pembangunan rumah toko, toko swalayan, rumah makan serta hotel atau penginapan yang memberikan kontribusi Kudus merupakan wilayah perdagangan dengan pertumbuhan 4,67 persen untuk harga konstan.
Lapangan usaha lainnya yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi, yakni sektor keuangan sebagai penopang perekonomian di Kudus yang tumbuh 8,00 persen untuk harga konstan.
Ia menambahkan, penyajian PDRB tahun ini tidak lagi menggunakan tahun dasar 2000, melainkan tahun 2010.
“Jika sebelumnya terdapat sembilan sektor lapangan usaha, maka nantinya bertambah menjadi 17 sektor,” ujarnya.
Dengan penyajian PDRB yang lebih rinci, dia berharap, masyarakat bisa mengetahui perkembangan investasi di Kudus.  (JN04/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *