Pengusaha Mebel Masih Abaikan Antisipasi Kebakaran

  • Whatsapp
ilustrasi

JEPARA, Jowonews.com– Pengusaha mebel dan ukir di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dinilai masih banyak yang mengabaikan perlengkapan keselamatan kebakaran sebagai antisipasi ketika terjadi kebakaran, kata Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pemadam Kebakaran Jepara Surana.
“Hal itu terlihat pada beberapa kasus kebakaran yang melanda sejumlah perusahaan mebel dan ukir di Kabupaten Jepara tidak dilengkapi alat pemadam kebakaran yang memadai,” ujarnya di Jepara, Kamis.
Kalaupun ada alat pemadam kebakaran, kata dia, hanya tersedia beberapa unit dan dipastikan tidak sebanding dengan luas perusahaannya.
Hal itu, kata dia, diperparah dengan perilaku pekerja yang kurang disiplin dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran selama bekerja serta kesadaran pengusaha dalam mengecek instalasi listrik yang masih rendah.
Pada kasus kebakaran gudang mebel milik PT Baroba Furniture di Jalan Raya Jepara-Kudus, turut Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan, Jepara, pada Minggu (1/11), kata dia, tidak tersedia perlengkapan keselamatan kebakaran yang memadai.
Pada gudang mebel yang cukup luas tersebut, kata dia, hanya ditemukan sekitar empat alat pemadam api ringan.
Sementara luas gudangnya, lanjut dia, lebih dari 1.000 meter persegi.
Satu alat pemadam api ringan, kata dia, hanya untuk area seluas sekitar 50 meter persegi.
Untuk luas perusahaan yang lebih dari 1.000 meter persegi, kata dia, juga perlu disediakan hydrant serta alat pemadam kebakaran berukuran besar yang dilengkapi roda.
Kenyataan di lapangan, lanjut dia, perusahaan yang luasnya lebih dari 1.000 meter persegi ternyata banyak yang tidak dilengkapi dengan hydrant serta alat pemadam kebakaran yang memadai.
Dari ratusan pabrik mebel di Jepara, kata dia, sekitar 40 persennya dianggap mulai memiliki kesadaran terhadap pencegahan kebakaran dan bersedia bekerja sama dengan UPT Pemadam Kebakaran.
Berdasarkan catatan UPT Pemadam Kebakaran Jepara, kasus kebakaran yang melanda gudang mebel di Kabupaten Jepara selama 2015 tercatat sebanyak 70-an kasus dengan dominasi gudang mebel untuk proses pengeringan kayu.
Guna mencegah kasus kebakaran kembali terulang, kata dia, sosialisasi akan ditingkatkan, khususnya terhadap perusahaan mebel dan ukir.
Selama ini, lanjut dia, hal serupa sudah dilakukan, namun banyak perusahaan yang tidak merespons positif dengan kedatangan petugas pemadam kebakaran.”Kami akan mencoba sejumlah upaya agar semua perusahaan mebel dan ukir di Jepara memiliki kesadaran untuk menyediakan perlengkapan keselamatan kebakaran, sehingga ketika terjadi kebakaran minimal bisa ditangani lebih awal agar tidak meluas,” ujarnya.
Upaya kunjungan ke masing-masing perusahaan mebel dan ukir, kata dia, akan dilakukan untuk memastikan ada tidaknya alat pemadam kebakaran yang memadai sesuai luas pabrik.Kenyataan yang terjadi, kata dia, alat pemadam kebakaran yang tersedia hanya sekadar sebagai syarat dalam pengurusan izin. (Jn16/ant)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *