Polisi Amankan 140 Kendaraan Selama Operasi Zebra

  • Whatsapp

PADANG ARO, Jowonews.com – Kepolisian Resor (Polres) Solok Selatan, Sumatera Barat mengamankan 140 kendaraan bermotor selama Operasi Zebra 2015 karena pengendaranya tidak bisa menunjukan surat-surat kendaraan.

“140 kendaraan ini berupa 137 sepeda motor dan tiga kendaraan roda empat,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Solok Selatan AKP Indra di Padang Aro, Jumat.

Bacaan Lainnya

Sedangkan kendaraan bermotor yang berhasil ditilang pada operasi yang digelar 22 Oktober-4 November 2015itu, katanya, sekitar 440 unit baik roda dua maupun roda empat.

Ia menyebutkan kendaraan yang dibawa ke Mapolres itu sudah bisa diambil pemiliknya mulai mulai Kamis (5/11) dengan menunjukan surat-surat kendaraan, seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Ia menambahkan, meskipun kendaraan itu telah diambil, namun si pemilik tetap harus mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Koto Baru yang akan digelar mulai 9 November 2015.

“Ini sama seperti pengendaraan yang tidak bisa menunjukan STNK namun memiliki SIM atau tidak bisa menunjukan SIM tapi membawa STNK serta tidak mengenakan helm dan perlengkapan kendaraan seperti kaca spion,” katanya.

Sementara bagi sepeda motor yang tidak menggunakan knalpot standar, katanya, harus menggantinya di Polres.

“Knalpot yang tidak berstandar akan disita,” katanya.

Ia menjelaskan sasaran utama Operasi Zebra adalah pengendara sepeda motor yang tidak memakai kelengkapan kendaraan, seperti tidak memakai helm pengaman standar, dan kaca spion dan pengendara yang tidak dilengkapi SIM dan STNK saat mengemudikan kendaraan di jalan raya.

“Operasi Zebra bertujuan mengajak masyarakat untuk senantiasa tertib berlalu lintas serata mau menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas,” kata dia.

Terkait kecelakaan lalu lintas selama Operasi Zebra, katanya, tidak ada.

“Untuk tahun 2014 ada satu kecelakaan lalu lintas, yakni tabrakan sepeda motor dengan mobil pikap L300 dengan korban luka berat,” katanya.

Seorang warga Sungai Pagu, Ediarnes mendukung Operasi Zebra yang digelar oleh pihak kepolisian dalam upaya menegakan kedisiplinan berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di jalan raya.

“Bisa kita lihat saat pagi hari, banyak pelajar yang ke sekolah mengendarai sepeda motor tanpa mengindahkan keselamatannya. Mereka mengebut dan tidak menggunakan helm serta perlengkapan sepeda motor seperti spion,” katanya.

Kendati demikian, ia berharap upaya preventif lebih diutamakan dibanding represif.

“Preventif tidak harus selalu sosialisasi ke sekolah-sekolah, tapi juga dengan pemilihan Duta Lalu Lintas yang belum ada di Solok Selatan,” katanya.

Upaya lain yang juga bisa dilakukan kepolisian, katanya, melakukan pendekatan terhadap keluarga korban kecelakaan lalu lintas.

“Ini bisa dilakukan ketika Jasa Raharja memberikan santunan kepada korban kecelakaan,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *