”Ziarah” Pamerkan 40 Koleksi GNI

  • Whatsapp
ilustrasi

YOGYAKARTA, Jowonews.com – Sebanyak 40 karya koleksi Galeri Nasional Indonesia berupa lukisan dan grafis akan dipamerkan di Galeri R.J. Katamsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jalan Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 9–17 November 2015.
“Pameran yang merupakan hasil kerjasama Galeri Nasional Indonesia (GNI) dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini menyuguhkan tema ‘Ziarah’,” kata Kurator GNI sekaligus kurator pameran ini, Suwarno Wisetrotomo di Bantul, Minggu.
Dosen Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta ini mengatakan, pameran ‘Ziarah’ tersebut menampilkan sebanyak 40 karya pilihan koleksi GNI dalam berbagai media, teknik, serta ungkapan ide konseptual oleh para seniman Indonesia dan internasional.
Beberapa di antaranya adalah Affandi, S. Sudjojono, Basoeki Abdullah, Bagong Kussudihardja, Abas Alibasjah, Nyoman Gunarsa, Aming Prayitno, Agus Kamal, Jean (Hans) Arp, Sonia Delauney, Hans Hartung, Victor Vassarely, Wassilly Kandinsky, dan perupa ternama lainnya.
Suwarno mengatakan, istilah “Ziarah” dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya kunjungan ke tempat yang dianggap keramat atau mulia seperti makam untuk mengirim doa.
Namun demikian, dalam tulisan kuratorialnya, aktivitas ‘ziarah’ menziarahi’ dirinya maknai sebagai laku kontemplasi, merenungkan, memahami, tentang apa yang sudah terjadi dengan segenap jiwa dan pikiran.
“Dengan demikian, laku ‘ziarah’ merupakan momentum untuk memetik nilai-nilai martabat atau kehormatan yang melekat pada subyek yang diziarahi, dalam hal ini karya-karya seni rupa (lukisan dan grafis) koleksi GNI sebagai koleksi negara,” katanya.
Ia mengatakan, pameran digelar di kampus agar masyarakat kampus dapat meneguhkan dirinya sebagai masyarakat dengan budaya akademik beserta laku kreatifnya dan menyerap nilai-nilai yang diperoleh, sehingga dapat memengaruhi laku kreatif.
“Melalui karya-karya para maestro dan para ‘guru’ ini, menunjukkan fakta dengan nyata bahwa, pada dasarnya reputasi, prestasi dan kehormatan tidak bisa dibeli, tetapi diperoleh dari proses pencarian, konsistensi, dan keteguhan pada profesi pilihannya,” katanya.
Menurutnya, pameran karya koleksi GNI di Yogyakarta ini merupakan program Pameran Keliling dari GNI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang secara khusus menampilkan dan memperkenalkan karya-karya koleksi negara pada masyarakat luas.
“Program Pameran Keliling ini diselenggarakan secara bergulir dan bergantian setiap tahunnya di berbagai lokasi di luar Jakarta, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” kata Suwarno.
Dalam skala nasional, Pameran Keliling pertama kali digelar di Medan Sumatera Utara (2006), kemudian Manado Sulawesi Utara (2007), Balikpapan (2008), Ambon Maluku (2009), Palembang Sumatera Selatan (2010), Lombok NTB (2011).
Kemudian di Banjarmasin Kalimantan Selatan (2011), Makassar Sulawesi Selatan (2012), Pekanbaru Riau (2013), Pontianak Kalimantan Barat (2013), Serang Banten (2014), dan Malang Jawa Timur (2014). (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *