BMT Kulon Progo Gerakkan Ekonomi Mikro

  • Whatsapp

KULON PROGO, Jowonews.com – Balai-usaha Mandiri Terpadu Menoreh Sejahtera Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya menggerakkan ekonomi mikro sehingga roda perekonomian masyarakat kecil terus berputar.

“Kami membidangi sektor riil mikro. Kami melakukan pembiayaan seperti pedagang tempe, dawet, dan pedagang kecil lainnya. Hal ini dalam upaya menggerakkan perekonomian masyarakat kecil di pedesaan,” kata Direktur BMT Menoreh Sejahtera Agung Raharjo di Kulon Progo, Senin.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan bukan rahasia umum, pelaku usaha mikro sering kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank karena tidak memiliki agunan. BMT Menoreh Sejahtera memberikan pinjaman tanpa ada agunan, dengan catatan harus membuat proposal usaha yang jelas.

“Kami tidak menggunakan sistem bunga bank, kami menerapkan sistem bagi hasil bagi pelaku usaha kecil,” katanya.

Meski demikian, ia mengatakan akibat krisis ekonomi atau pelambatan ekonomi di Indonesia saat ini, pedagang kecil di Kulon Progo terkena imbasnya.

Ia mencontohkan masyarakat yang awalnya menjual pakaian dan makanan, akibat krisis, mereka tidak bisa mengangsur.

Menurut dia, hal itu mengakibatkan lembaga keuangan mikro dan BMT, angsuran yang masuk menjadi lambat sehingga roda perekonomian juga melambat.

“Ekonomi BMT melambat, uang yang belum masuk menjadi tidak masuk, orang yang seharusnya menabung menjadi tidak menabung karena uang masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok,” katanya.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan, Perindustrian, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) Kulon Progo Dewantoro mengatakan pihaknya terus melakukan pemberdayaan dan pendampingan terhadap pelaku usaha industri kecil dalam meningkatkan kualitas produk.

Menurut dia, kualitas produk dan pemasaran bagus merupakan strategi mendapatkan pinjaman bank atau koperasi, sehingga agunan bukan menjadi kendala utama.

“Sejauh ini, perbankkan sudah memberikan pinjaman dengan suku bunga bank yang sangat rendah. Namun untuk mendapatkan pinjaman tersebut, pelaku IKM harus meningkatkan mutu produk dan pemasarannya,” kata Dewantoro.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *