Paska Bentrok, Forkopinda Sambangi Posko Paslon

  • Whatsapp
Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono. Ist

BOYOLALI,Jowonews.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Boyolali akan mengunjungi masing-masing tim pemenangan pasangan calon (Paslon) bupati/wakil bupati, Selasa (10/11). Langkah ini diharapkan bisa mendinginkan kondisi politik dan menjaga Boyolali tetap kondusif jelang pilkada 9 Desember 2015.
Rencana tersebut dikemukakan Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono. Budi mengatakan, sudah berkoordinasi dengan jajaran Forkopinda Boyolali. “Kami akan sambangi ke Posko masing-masing Paslon,” kata Budi Sartono kepada wartawan Senin (9/11).
Kedatangan Forkopinda untuk menjalin komunikasi dengan masing-masing Tim Sukses. Selain itu juga mengupayakan agar masing-masing pihak turut berpartisipasi menjaga suasana Boyolali tetap kondusif menjelang pilkada.
Kapolres mengakui, agenda Forkopinda ini tidak lepas dari eskalasi politik pasca debat terbuka paslon beberapa waktu lalu. Dimana saat itu di luar gedung sempat terjadi ricuh antar pendukung. Pasca itu, terjadi sejumlah kasus perusakan rumah dan posko pemenangan paslon di wilayah Kecamatan Banyudono. “Kami juga sudah berkomunikasi langsung dengan masing-masing Timses dan menyatakan siap menjaga suansana tetap kondusif,” katanya.
Berkait kejadian perusakan rumah, Budi menegaskan sudah ditangani jajarannya. Pelaku saat ini masih dalam penyelidikan. “Kami mengimbau semua pihak dapat menahan diri dan tidak mudah terpancing oleh provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” imbaunya.
Senada ketua KPU Boyolali, Siswadi Sapto Harjono, mengimbau masyarakat tidak terpancing agar suasana Boyolali tetap aman dan kondusif. Pihaknya juga meminta kepolisian dan Panwaslu mengambil sikap tegas agar kejadian tidak berlarut-larut.
Terpisah anggota Panwaslu Boyolali, Taryono, mengatakan kejadian perusakan rumah warga di Banyudono merupakan pidana murni dan telah ditangani pihak kepolisian.
Meski demikian, pihaknya tak tinggal diam. Namun juga meningkatkan pengawasan guna mengantisipasi secara dini kemungkinan terjadi gesekan antar pendukung Paslon. “Perusakan rumah bukan masuk pelanggaran Pemilu namun pidana murni,” kata Taryono.
Seperti diketahui, pasca debat terbuka paslon di Gedung IPHI Boyolali, Sabtu (31/10) lalu, yang sempat ricuh diluar gedung, terjadi perusakan dua rumah warga dan posko Timses Paslon Toto di Banyudono. Aksi perusakan rumah kembali terjadi, Minggu (8/11) menimpa rumah milik Agus Salim, sopir Ketua DPRD Boyolali, S Paryanto. Paryanto juga Ketua Tim Pemenangan Seno-Said.(JN01-JN16)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *