Produktivitas Tambak Udang Kulon Progo Turun

  • Whatsapp

KULON PROGO, Jowonews.com – Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat produktivitas tambak udang di kawasan pesisir turun 17,27 persen pada 2015.

Kepala Bidang Perikanan dan Budi Daya Kulon Progo Leo Handoko di Kulon Progo, Senin mengatakan penurunan itu disebabkan serangan white feces desease (WFD) yang disebabkan oleh bakteri fibrio SP.

Bacaan Lainnya

“Serangan WFD ditandai dengan berak putih, udang keropos setelah umur 60 hari, dan nafsu makan turun. Hal ini menyebabkan produktifitas udang mengalami penurunan,” kata Leo.

Ia mengatakan pada 2015 terjadi peningkatan jumlah petambak udang di Kulon Progo.

Pada 2014, jumlah petambak baru sebanyak 186 orang dan jumlah kolam 426 kolam.

Kemudian pada 2015, jumlah petambak memcapai 315 orang dan jumlah kolam sebanyak 677 kolam.

“Jumlah petambak udang bertambah 69,35 persen dan jumlah kolam naik 58,92 persen,” katanya.

Dia mengatakan produksi udang pada triwulan III pada 2014 sebanyak 441.456 ton, pada 2015 sebanyak 668.624 ton atau turun 51,46 persen.

Kemudiah tingkat produktifitas dari 6,70 menjadi 5,54 atau terjadi penurunan produksi 17,27 persen.

“Untuk menjaga supaya produksi tidak terus menurun, petambak harus menjaga kualitas air tetap baik, dengan mengeluarkan endapan kotoran di dasar kolam,” kata Leo.

Petambak udang Desa Bugel, Riyanto mengatakan panen dini dilakukan karena sudah tidak kuat membayar biaya operasional membesarkan udang.

“Kami terpaksa memanen dini supaya tidak rugi. Serangan berak putih, membuat pembudi daya udang lebih hati-hati,” kata Riyanto.

Ia mengatakan biasanya dirinya dapat memanen empat ton udang dengan luas lahan 1.500 meter persegi.

Setelah, udang terserang berak putih, produksi udang turun menjadi 1,5 ton. Ukuran udang hasil panen juga tidak maksimal.

Dia mengatakan harga udang di tingkat petambak udang sangat rendah. Satu minggu sebelumnya, harga udang masih Rp67.500 per kg dengan ukuran 100 ekor.

Namun saat ini, harga udang hanya dihargai Rp55 ribu per kg ukuran 100 ekor.

“Harga udang sangat rendah. Hal ini disebabkan ukuran udang sangat kecil dan pertumbuhannya tidak maksimal,” kata dia.  (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *