Saling Ejek di BBM, Hajar Teman di Sekolah

  • Whatsapp
ilustrasi

KENDAL, Jowonews.com – Lagi-lagi kekerasan di lingkungan sekolah kembali terjadi di Kendal. Penyebab kali ini cukup sepele, gara-gara saling ejek melalui pesan yang dikirim melalui handphone BlackBerry (BB). FH (15) siswa kelas VIII SMP IT Rabbani, Kecamatan Kendal Kota, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah terluka parah akibat dipukul teman sekelasnya, HN (15), Senin (9/11).
Kejadian tersebut patut disayangkan karena terjadi saat menunggu pelajaran di dalam kelas. Tindakan brutal HN menyebabkan FH mengalami luka lebam pada kedua matanya serta pendarahan pada hidung. Korban langsung dilarikan ke RSUD Dr Soewondo Kendal.
Kasatreskrim Polres Kendal Iptu Fiernando Andriansyah saat dikonfirmasi membenarkan adanya kekerasan penganiayaan di lingkungan sekolah yang kembali terjadi, hingga ada korban yang terluka.
“Memang benar ada, jika kekerasan itu terjadi di lingkungan sekolah swasta di daerah Kelurahan Langenharjo Kecamatan Kendal Kota. Dilakukan sesama teman sekelas dengan korban,” katanya di ruang kerjanya, kemarin.
Dijelaskan, kekerasan terjadi lantaran ada kesalahfahaman. Yakni EQ (15) teman korban meminjam handphone milik FH. Begitu dipinjam, ternyata EQ mengirimkan pesan melalui BlackBerry messenger (BBM) kepada HN.
Isi pesan tersebut yakni EQ mengejek profesi orang tuanya HN. BBM dikirim hari Minggu (8/11). Lalu keesokan harinya saat berada di sekolahan HN bermaksud menanyakan maksud dan arti dari BBM kiriman BB korban itu. Terjadi perselisihan antar keduanya, hingga HN naik pintam dan menghajar FH hingga terluka parah.
“Handphone milik FH (korban, red) dipinjam EQ, melalui handphone tersebut EQ mengejek HN. Lalu keesokan harinya saat didalam kelas, HN melayangkan tinju ke arah muka FH hingga korban terluka,” terang Kasatreskrim.
Dijelaskan, dari keterangan yang didapatkan di lapangan pelaku pemukulan terhadap korban memang dikenal sebagai siswa yang nakal dan tidak diperhatikan oleh kedua orangtuanya.
“Saat orangtua korban (FH, red) meminta pertanggungjawaban pada orangtua pelaku (HN, red), mereka menyerahkan masalah itu pada orangtua FH, hingga akhirnya dilaporkan ke kepolisian,” jelasnya.
Atas kasus kekerasan dil ingkungan sekolah itu, pihaknya masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan mendalami hasil visum dari pihak rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
“Kita masih memangil dan memeriksa sejumlah saksi. Sebab dilakukan di dalam kelas jelas banyak yang menyaksikan kejadian tersebut. Apalagi pelaku dan korban masih di bawah umur,” tandasnya.(JN01-Jn16)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *