Waspadai Baliho Rawan Roboh !

  • Whatsapp
baliho ambruk saat musim hujan. ilustrasi

SEMARANG, Jowonews.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang diminta mewaspadai pohon dan baliho yang rentan roboh memasuki penghujan ini. Apalagi yang berada di pinggir jalan, yang bisa saja robohnya menimpa badan jalan dan pengendara kendaraan yang melintas.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi meminta pemkot harus mulai melakukan pemangkasan ranting pohon, menginventarisasi pohon-pohon yang rentan roboh dan dahannya sudah menjorok ke jalan. “Juga mewaspadai baliho-baliho di pinggir-pinggir jalan. Jika roboh terterpa angin bisa berakibat fatal,’’ katanya kemarin.
Ia juga meminta pemkot memerhatikan lampu jalan supaya tidak terjadi korsleting. ‘’Korsleting listrik ini juga sangat berbahaya, bisa menyebabkan kebakaran dan kecelakaan lainnya,’’ tegasnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Penerangan Jalan dan pengelolaan Reklame (PJPR) Kota Semarang Tommy Y Said mengatakan, pihaknya akan melakukan pemantauan semua baliho di Kota Semarang, baik yang kondisinya baru maupun lama. “Idealnya, baliho itu hanya berumur sekitar tiga tahun,” katanya.
Baliho yang menjadi fokus perhatiannya adalah yang ada di pusat kota karena jumlahnya sangat banyak. Namun pihaknya tidak akan mengabaikan baliho yang ada di pinggiran.
Pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang juga mengaku sudah mulai melakukan pemangkasan ranting pohon peneduh di sejumlah titik. Kepala DKP Kota Semarang Ulfi Imran Basuki mengatakan, kriteria pohon peneduh yang akan dirapikan, yakni ranting pohonnya sudah banyak dan menjorok ke jalan. Sementara untuk pohon yang dinilai mati akan ditebang.
Dari pantauan tim DKP dari total pohon peneduh di pinggir jalan hanya 2% saja yang sudah layak ditebang.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Semarang, curah hujan sudah mulai nampak. Banyak hal perlu diwaspadai di musim penghujan, di antaranya angin puting beliung yang bisa menyebabkan pohon tua tumbang, rumah semi permanen roboh. “Biasanya awal musim penghujan sering lebat disertai angin kencang. Pemerintah mesti memantau beberapa pohon yang sudah tua untuk ditebang, kemudian menjaga kebersihan saluran untuk menghindari banjir. Awal November ini akan terus mulai turun hujan meski tidak setiap hari,” jelas Bagian Prakirawan BMKG Kota Semarang Yauyik Nana Ruslana saat dihubungi Senin (9/11).

Yauyik menjelaskan, secara keseluruhan Jateng saat ini sudah mulai musim penghujan, hanya saja terjadi tidak bersamaan. Secara umum rata-rata mulai siang hingga sore. “Intensitas hujan tergantung dari topografi wilayah. Untuk dataran tinggi seperti Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo, intensitas hujan sudah mulai sering karena berada di daerah pegunungan,” jelasnya.(JN01-Jn16)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *