Angkutan Sepi Penumpang Dialihkan Ke Jalur Lain

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com – Angkutan kota di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang beroperasi di jalur trayek sepi penumpang bakal dialihkan ke jalur trayek yang lebih ramai. .

“Evaluasi 22 jalur trayek angkutan sudah dilakukan oleh rekanan, sedangkan hasilnya sedang dalam proses pembahasan dengan sejumlah pihak terkait,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kudus Didik Sugiharto di Kudus, Selasa.

Bacaan Lainnya

Dalam pembahasan hasil evaluasi trayek angkutan penumpang di Kudus, kata dia, juga melibatkan Satlantas Polres Kudus, Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda), dan paguyuban angkutan.

Selain ada pengalihan angkutan penumpang dari jalur trayek yang sepi penumpang, kata dia, nantinya juga akan ada penambahan jalur trayek dengan memanfaatkan angkutan yang sudah ada.

Kegiatan evaluasi jalur trayek tersebut, lanjut dia, juga untuk mengetahui potensi calon penumpang di masing-masing jalur trayek mengingat saat ini mudahnya mendapatkan kendaraan pribadi menjadi salah satu penyebab berkurangnya penumpang angkutan.

Meskipun ada penambahan jalur trayek baru, kata dia, nantinya tidak akan ada penambahan armada angkutan penumpang, mengingat angkutan yang beroperasi di jalur sepi penumpang akan digeser ke jalur trayek lain atau jalur trayek baru.

Hanya saja, kata dia, keputusan penggeseran angkutan kota maupun penambahan jalur trayek angkutan yang baru masih menunggu hasil rapat koordinasi dengan sejumlah pihak.

Dengan adanya evaluasi jalur trayek angkutan penumpang, diharapkan semua angkutan pedesaan maupun angkutan perkotaan di Kudus tetap beroperasi karena upaya meningkatkan kesejahteraan awak angkutan penumpang untuk saat ini lewat kebijakan tersebut.

Dari puluhan jalur trayek, kata dia, armada angkutan paling banyak terdapat di jalur trayek Terminal Jati-Terminal Jetak yang mencapai 105 angkutan dari kuota sebanyak 107 angkutan.

Berdasarkan data dari Organda Kudus, jumlah angkutan yang beroperasi cenderung mengalami penurunan karena sepinya penumpang.

Awalnya tercatat sebanyak 768 angkutan yang tergabung dalam Organda Kudus, namun saat ini berkurang hingga 28 persen.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *