Luas Tanam Padi Kudus Capai 3590 Hektare

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com –  Luas areal tanaman padi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada musim tanam pertama hingga kini baru mencapai 3.590 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan di daerah setempat.

“Jumlah tersebut tentu masih sedikit karena di wilayah Kecamatan Undaan saja terdapat areal sawah seluas 5.805 hektare,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kudus Harsito di Kudus.

Bacaan Lainnya

Sementara daerah yang sudah mulai tanam, kata dia, terluas di Kecamatan Undaan seluas 3.460 hektare, ditambah dari Kecamatan Jekulo terdapat 102 hektare, Dawe seluas 20 hektare, Kaliwungu seluas 3 hektare, dan Jati seluas 5 hektare.

Untuk total luas areal sawah di masing-masing kecamatan, yakni Kecamatan Gebog seluas 2.052 hektare, Kaliwungu 1.984 hektare, Jati 1.027 hektare, Mejobo seluas 1.755 hektare, Jekulo 4.307 hektare, Dawe 2.668 hektare, dan Kota seluas 1.074 hektare.

Luas areal tanam pada MT pertama diperkirakan bisa mencapai 16.000 hektare lebih.

Sementara luas areal lahan irigasi teknis di Kudus total luasnya sekitar 14.929 hektare, sedangkan lahan sawah tadah hujan seluas 5.724 hektare.

Ia memperkirakan, MT pertama bakal mundur karena lahan irigasi teknis baru bisa ditanami tanaman padi seluruhnya paling lambat Desember 2015, sedangkan lahan tadah hujan diperkirakan baru bisa tanam pada awal 2016.

Dampak mundurnya awal MT pertama, kata dia, biasanya terkait dengan kualitas panennya semakin menurun.

Pasalnya, kata dia, masa panennya diperkirakan mulai Februari 2016 yang bertepatan dengan musim hujan, sehingga proses pengeringan yang tidak sempurna berdampak pada kualitas gabah yang menurun.

Untuk daerah dataran rendah, kata dia, pada musim hujan biasanya tergenang banjir sehingga berpotensi mengalami puso.

Usia tanam tanaman padi yang saat ini ditanam petani, paling tua diperkirakan berusia 1 bulan, sedangkan yang paling muda sekitar satu pekan.

Awalnya, musim tanam tanaman pertama dijadwalkan awal September 2015, namun hingga sekarang belum banyak yang bisa mengawali musim tanam karena terkait ketersediaan air irigasi yang masih terbatas, menyusul musim kemarau panjang.  (JN04/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *