Dishubkominfo: Kesadaran Pengusaha Melakukan Uji KIR Bagus

  • Whatsapp

KULON PROGO, Jowonews.com – Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menilai tingkat kesadaran pengusaha angkutan melakukan uji kelaikan armada angkutan sudah relatif cukup bagus.

Kepala UPT Uji Kendaraan Bermotor Dishubkominfo Kulon Progo Edwin Hutagalung di Kulon Progo, Rabu, mengatakan setiap hari rata-rata 20–30 kendaraan yang diuji kelaikan.

Bacaan Lainnya

“Kesadaran masyarakat melakukan uji KIR, cukup baik. Kalau masyarakat dan pengusaha angkutan tidak melakukan uji KIR, pasti akan terjaring razia Dishubkominfo,” kata Edwin.

Menurut dia, setiap kendaraan yang secara rutin melakukan uji kelaikan dan uji KIR, kendaraan bermotor tersebut layak jalan meski kondisinya sudah tua. Uji KIR ini untuk mengetahui tingkat kelayakan kendaraan, kalau rusak akan diperbaiki.

Ia mengatakan bahwa pengusaha kendaraan belum melakukan peremajaan angkutanya. Hal ini dikarenakan minat masyarakat menggunakan angkutan umum turun drastis dan pendapatan per harinya hanya cukup untuk biaya operasional.

“Pengusaha angkutan belum mampu melakukan peremajaan. Masyarakat menggunakan sepeda motor dibandingkan angkutan umum yang menyebabkan pendapatan pengusaha angkutan umum turun drastis,” katanya.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kulon Progo Juwardi mengatakan bahwa usaha angkutan umum semakin memprihatinkan. Relatif banyak angkutan yang terpaksa tidak lagi beroperasi lantaran sepinya penumpang.

Salah satu faktor utama menurunnya peminat pengguna jasa transportasi ini akibat maraknya pengguna dan pemilik kendaraan pribadi.

“Sekarang ini sudah banyak orang yang punya sepeda motor. Jadi, jarang ada yang mau naik angkutan lagi,” kata Juwardi.

Setidaknya, jumlah angkutan umum di wilayah Kulon Progo tiap tahunnya dapat menurun 5–10 persen. Masalah itu tidak hanya karena faktor penurunan penumpang. Belum siapnya infrastruktur di perdesaan juga turut membuat angkutan umum kian terpuruk dan sulit berkembang.

Hanya pada jam-jam sekolah, angkutan umum dapat beroperasi dengan lancar.

“Bisa dibilang angkutan umum di Kulon Progo saat ini hidup segan mati tak mau, apalagi angkutan umum predesaan, dahulunya cukup banyak. Sekarang malah banyak yang gulung tikar karena makin lama usaha ini tidak menguntungkan lagi,” kata Juwardi.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *