Tukang Bangunan Harus Punya Sertifikat Kerja

  • Whatsapp

KENDAL, Jowonews.com – Semakin dekatnya masyarkat ekonomi asean (MEA) atau yang disebut era pasar bebas hampir semua tenaga kerja akan diisi tenaga kerja asing. Bahkan profesi pekerja bangunan atau tukang bangunan pun akan terancam dan akan tergilas dengan perkembangan jaman.

Agar meningatkan kompetensi pekerja bangunan, Kementrian Pekerjaan Umum berinisiatif memberikan pelatihan kepada pekerja bangunan agar bisa mememiliki kompetensi yang tinggi dan tentunya wajib memiliki sertifikat sesuai dengan Undang-undang nomor 18 tahun 1999 yang mengatur tentang semua pekerja kontruksi harus memiliki sertifikat.

Bacaan Lainnya

“ Semakin dekatnya pasar bebas, masuknya tenaga kerja asing tidak akan bisa dielakkan. Sehingga semua pekerja bangunan minimal harus punya kompetensi yang tinggi dan memiliki sertifikat kerja,” kata Direktur Bina Kompetensi dan Produktivitas Ditjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Masrianto, saat membuka pembekalan dan fasilitas uji kompentensi tukang bangunan umum, di RM Salsabil Kaliwungu Kamis (12/11) siang.

Menurut dirinya dengan adanya sertifikasi, pekerja bangunan asal Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi penonton saat MEA berlangsung. Bahkan adanya sertifikasi akan membuat sertifikasi tukang bangunan nanti dapat menjadi acuan rate atau tingakatan penghasilan. “Kita target tahun 2019 nanti ada satu juta tukang bangunan yang bersertifikat,” tuturnya.

Target ditahun 2019 yang diingin dicapai, lanjut dirinya adalah dengan melatih dan meningkatkan kompetensi 150 ribu tenaga ahli jasa konstruksi dan 850 ribu tenaga terampil. Saat ini baru sekitar 400 ribu pekerja jasa konstruksi yang sudah bersertifikat. “ Saat ini yang punya sertifikat masih sangatlah kecil, tercatat hanya diangka 400 ribu tenaga kerja,” tukasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *