130 Desa di Kendal Rawan Longsor dan Banjir

  • Whatsapp
LONGSOR: Sebanyak 16 warga Dusun Clowok, Desa Jambe Wangi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang terancam longsor setelah rumah mereka longsor ke jurang, Jumat pagi.
LONGSOR: Sebanyak 16 warga Dusun Clowok, Desa Jambe Wangi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang terancam longsor setelah rumah mereka longsor ke jurang, Jumat pagi.

KENDAL, Jowonews.comWarga Kabupaten Kendal harus waspada pada musim penghujan sekarang ini. Sebanyak 130 desa yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Kendal rawan longsor dan banjir.

Rinciannya 62 desa di wilayah Kabupaten Kendal bagian atas rawan longsor. Seperti di Kecamatan Limbangan, Singorojo, Patean, Sukorejo, Plantungan dan Pageruyung masuk zona rawan terjadinya tanah longsor.

Bacaan Lainnya

Sementara 68 desa di Kendal bawah, yakni di Kecamatan Kendal, Patebon, Cepiring, Rowosari, dan Brangsong masuk zona daerah rawan banjir.

Plt Kepala Badan Penanggualangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, Slamet mengatakan, jika pemetaan tersebut adalah hasil dari prediksi pada musim hujan tahun lalu.

Menurut dirinya, kawasan zona rawan longsor dan banjir tidak berubah atau terhitung sama. “Bencana alam berupa longsor biasanya terjadi di Kendal bagian atas atau sebelah selatan Kendal kota seperti Sukorejo, Pageruyung, Patean, Plantungan dan lainnya,”katanya, Jumat (13/11)

Menurut dirinya, pada tahun lalu daerah Plantungan tepatnya desa Mojoagung harus mengungsi karena terjadi tanah longsor yang menimpa 14 rumah warga. Untuk mengantisipasi tanah longsor maupun banjir bandang, pihak BPBD telah menyiapkan posko yang siaga 24 jam .

“Kami telah menyiapkan posko, disetuap kecamatan pun sudah kami siapkan posko-posko siaga bencana,” tambahnya.

Slamet dipersilahkan untuk melapor jika ada bencana alam dengan menghubungi nomor telepon BPBD di (0294) 383160 , jika di daerahnya terjadi banjir mau pun longsor. Nomor Pemadam Kebakaran‎ Kendal di (0284) 382913 juga tersedia sebagai cadangan.

Pihaknya juga telah menyiapkan beberapa titik untuk dapur umum maupun pengungsian bagi warga yang terkena bencana alam. Salah satunya di Kelurahan Karangsari Kecamatan Kendal, Kantor Kecamatan Ngampel, Kelurahan Pegulon, Kelurahan Ketapang, dan Balai Desa Bangunsari, Patebon.

“Kami juga berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran untuk siap siaga dan membantu jika terjadi bencana alam,” pungkasnya.

Belum lama ini bencana tanah longsor terjadi di Desa Mlatiharjo, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal. Selasa (10/11) dinihari longsor setelah pada sore dan malam harinya diguyur hujan deras. Longsor dikhawatirkan akan semakin meluas dan mendekati rumah warga yang letaknya hanya beberapa meter dari titik longsor.

“Bukit setinggi 20 meter dengan panjang 50 meter yang ada di Desa Mlatiharjo pada musim kemarau  sudah terdapat retakan. Diduga karena hujan yang cukup lebat membuat tanah menjadi labil diperparah dengan gerusan air sungai yang ada didasar bukit. Tempatnya memang rawan, apalagi dibawahnya ada sungai yang terus menggerus bukit, ” Kata Ahmad SoffanKetua RT 10 RW 02, Desa Mlatiharjo. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *