34 Proyek di Salatiga Tidak Dikerjakan

  • Whatsapp

SALATIGA, Jowonews.com  – Sebanyak 34 pakaet pekerjaan fisik yang telah ditetapkan di APBD Kota Salatiga tahun anggaran 2015 tidak dikerjakan. Penyebabnya, karena waktu yang tidak mencukupi, gagal dalam proses lelang dan batal ditenderkan.

Total nilai dari 34 proyek tersebut mencapai Rp 58,293 miliar. Sehingga menjadi penyumbang tertinggi sisa lebih perencanaan anggaran (Silpa) di Kota Selatiga tahun 2015.

Bacaan Lainnya

Hal itu diungkapkan langsung Walikota Salatiga M Yuliyanto, Jumat (13/11). Menurutnya proyek-proyek yang gagal itu akan dianggarkan kembali dan dilaksanakan pada tahun anggaran 2016.

“Jadi anggaran yang belum dimanfaatkan itu  tidak mubazir. Meski masuk Silpa, namun tetap masuk ke kas daerah dan untuk anggaran pembangunan tahun berikutnya,”ujarnya.

Dikatakan Walikota, pihaknya akan berupaya agar proyek yang batal  itu bisa dikerjakan di tahun 2016 mendatang. Ia mencontohkan, pembangunan wisata kuliner di eks Terminal Soka, Gedung Setda dan sebagainya.

Diketahui,  proyek dengan anggaran besar yang sudah dianggarkan batal dilakanakan, seperti pembangunan gedung Kantor Setda Kota Salatiga senilai Rp23 miliar, pembangunan tempat wisata kuliner di eks terminal soka Rp9,828 miliar, pembangunan gedung rehabilitasi akibat dampak rokok Rp3,188 miliar.

Pembangunan jalan usaha tani Blotongan Rp966 juta, pembangunan lapangan Klumpit Rp1,085 miliar, pembangunan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Rp12,238 miliar, pembangunan UGB PAUD terpadu senilai Rp318.275 juta dan pembangunan Pasar Andong Rp1,7 miliar.

Sementara, Kabag Humas Setda Kota Salatiga Adi Setiarso menambahkan, puluhan proyek tersebut batal dilaksanakan karena waktu yang tidak mencukupi, gagal dalam proses lelang dan batal ditenderkan.

Menurut dia, puluhan paket proyek yang batal dilaksanakan ditangani oleh sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Yakni Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) 11 paket, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) empat paket, Dinas Pertanian lima paket. Selanjutnya Dinas Kesehatan (Dinkes), Bappermas, Bappeda, Bina Marga dan PSDA.

Disinggung mengenai proges pelaksanaan kegiatan fisik yang telah ditetapkan dalam APBD 2015, Adi menjelaskan, sejauh ini baru berjalan 49% dari dari jumlah total pekerjaan fisik sebanyak ratusan paket. Sebagian pekerjaan masih dalam proses pelaksanaan. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *