Banyak Terminak tak Dimanfaatkan Maksimal

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.comSejumlah terminal di Kabupaten Semarang pemanfaatannya masih belum maksimal. Masih banyak angkutan umum mangkal di bahu jalan di beberapa ruas jalan tidak jauh dari terminal.

Padahal anggaran yang digelontor untuk pembangunan maupun perbaikan terminal cukup besar. Ada dugaan kondisi ini sengaja dibiarkan. Tujuannnya, untuk mencari keuntungan oleh oknum. Yaitu dengan menarik pungutan liar (pungli) dari sejumlah angkutan umum.

Bacaan Lainnya

Anggota Forum Lalulintas Kabupaten Semarang, Husein Abdullah menyayangkan tidak maksimalnya pemanfaatan Terminal Sisemut dan Ambarawa serta Bawen. Terutama untuk angkutan-angkutan perkotaan dan pedesaan.

Sehingga banyak angkutan perkotaan maupun pedesaan yang membuat pangkalan sendiri di luar terminal. Petugas yang melihat kondisi itu juga tidak berbuat apa-apa untuk melakukan penertiban. Akhirnya muncul masalah sosial baru yakni kemacetan lalulintas sehingga terkesan sangat semrawut.

“Saya melihat hampir semua terminal pemanfaatannya sama sekali tidak maksimal. Sebab masih banyak angkutan yang tidak masuk ke terminal. Lihat itu di terminal Sisemut Ungaran, semestinya angkutan umum seluruhnya masuk ke terminal. Tapi kenyataannya angkutan tidak masuk ke sana malah ngetem seenaknya di bahu jalan,” kata Husein, Jumat (13/11).

Husein menyayangkan dengan kondisi terminal yang dibangun dengan biaya besar namun tidak berfungsi maksimal. Sehingga hanya dijadikan pangkalan truk tempat mangkal pedagang kaki lima dan parkir kendaraan. Padahal menurut Husein, terminal itu dibangun untuk mangkal angkutan umum.

Husein menilai sebenarnya awak angkutan mau jika ada tata kelola terminal. Sehingga tinggal ada atau tidaknya niat Pemerintah Kabupaten Semarang dalam hal ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo).

“Padahal jika terminal itu berfungsi dengan baik, akan meningkatkan perekonomian masyarakat di terminal tersebut. Warung-warung yang ada di dalam terminal jadi laris, lalu penumpang tidak bingung mencari angkutan, karena sudah ada blok angkutan untuk masing-masing jurusan.

Semestinya ada upaya penertiban, selama ini saya lihat tidak ada tindakan apapun. Kalau dibiarkan nanti akan sulit ditertibkan,” imbuhnya.

Apakah ada pembiaran untuk kepentingan dan keuntungan tertentu (pungli)? “Kami tidak tahu persis apakah sengaja ada pembiaran untuk mendapat itu (pungli). Tetapi bisa saja dengan pembiaran akan mengarah ke situ. Yang jelas kami melihat pemanfaatan terminal tidak maksimal, karena tidak ada ketegasan petugas, serta tidak ada kebijakan yang bagus oleh Pemerintah Kabupaten Semarang. Sangat buruk sih belum, tetapi level sudah buruk,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dishubkominfo, Prayitno mengatakan, sebenarnya pemanfaatan terminal sangat baik. Hanya saja masih ada angkutan yang tidak mau masuk terminal. Alasannya beragam karena angkutan mengikuti kehendak penumpang yang terkadang enggan masuk terminal tetapi memilih menunggu angkutan di luar terminal.

“Jadi butuh upaya dari semua pihak untuk meningkatkan kesadaran para awak angkutan. Tidak hanya kami saja, tetapi semua pihak diharapkan dapat turut serta. Seperti Organda (Organisasi angkutan darat), masyarakat dan termasuk juga Pak Husein, bisa ikut mengingatkan jika ada pelanggaran,” kata Prayitno. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *