Bupati : Waspadai Dampak Dari Perubahan Cuaca Ekstrem

  • Whatsapp

SLEMAN, Jowonews.com – Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi mengimbau masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam menghadapi musim hujan ini perlu mewaspadai segala macam dampak yang mungkin timbul dari perubahan cuaca ekstrem.

“Perlu perhatian untuk mengantisipasi masalah banjir, kemungkinan tanah longsor di daerah bukit atau lereng, pohon tumbang, angin kencang serta penyebaran penyakit yang sering muncul pada musim hujan,” kata Gatot Saptadi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, guna mengantisipasi hal tersebut diperlukan pula upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungan, terlebih pada masyarakat yang bermukim di daerah-daerah yang rawan banjir dan tanah longsor melalui sosialisasi maupun himbauan dalam penjagaan kelestarian lingkungan dan kesiapsiagaan masyarakat.

“Berkaca dari dampak yang ditimbulkan oleh bencana pada tahun-tahun lalu, menjadi tanggung jawab bersama untuk dapat mengantisipasi kemungkinan risiko bencana yang mungkin terjadi pada tahun ini. Untuk itu diperlukan kesiapsiagaan semua jajaran, baik pemerintah, swasta dan tentu saja masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana,” katanya.

Ia mengatakan, seluruh pihak dapat mengoptimalkan upaya mitigasi bencana bukan hanya pada masa terjadinya bencana namun juga secara periodik sebagai upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Sleman.

“Dalam upaya mitigasi ini diperlukan kerja sama dan langkah-langkah konkret dari seluruh pihak, baik institusi pemerintah, maupun swasta, di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa, seluruh jajaran keamanan, kesehatan dan SKPD terkait untuk dapat merapatkan barisan, meningkatkan koordinasi secara terencana, terpadu dan berkesinambungan, agar semua pihak mampu bekerja sama dan berperan secara maksimal sesuai dengan kapasitasnya masing-masing dalam menghadapi cuaca ekstrem sebagai upaya memberikan perlindungan masyarakat dari ancaman dan dampak bencana yang mungkin akan terjadi,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Juli Setiono mengatakan, sebagai daerah rawan bencana Kabupaten Sleman memang perlu selalu meningkatkan kesiapsiagaan bencana.

“Kondisi cuaca di wilayah Sleman saat ini masuk musim pancaroba dengan gejala alam yang menonjol yakni hujan deras, petir, dan angin kencang,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan apel siaga untuk menghadapi cuaca ekstrem beberapa waktu lalu yang diikuti sekitar 1.200 personel dari BPBD Sleman, Kodim Sleman, Polres Sleman, SKPD terkait, kecamatan, desa, PMI, Tagana, relawan dari 39 komunitas, Basarnas, dan RSUD Sleman.

Apel siaga sekaligus juga pengukuhan Unit Operasional Penanggulangan Bencana dan unit pelaksana penanggulangan bencana di tingkat kecamatan dan desa, yang ditandai dengan penyematan kartu identitas relawan.

“Sampai saat ini terdapat 39 komunitas dan 1.528 relawan dan terbagi dalam sembilan klaster berdasarkan kecakapan masing-masing yakni klaster kesehatan, SAR, logistik, dapur umum, komunikasi dan informasi, perlindungan pengungsian, pendidikan, relawan pos komando dan kaji cepat,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *