Di Ungaran, Pembangunan Trotoar tak Sesuai Fungsi

  • Whatsapp
Trotoar
Trotoar

UNGARAN, Jowonews.com -Pembangunan trotoar di Jalan Gatot Subroto Ungaran, Kabupaten Semarang, tidak sesuai maksud dan tujuan dibangunnya trotoar. Pasalnya, trotoar yang sedang dibangun itu sekarang ini justru dipenuhi pot dan tanamannya.

Sehingga trotoar justru semakin sempit. Lebih parah lagi, keberadaan pot juga menghalangi pandangan  pengendara motor yang sendang melibntas.

Bacaan Lainnya

“Sepertinya Pemkab Semarang tidak mengetahui substansi trotoar.  Sebab pembangunan trotoar yang semestinya untuk pejalan kaki, tetapi malah di kasih pot dan tanaman. Ada juga tiang reklame. Bahkan lebih parah lagi, di trotoar dipasang halte bus. Tentu saja akan menganggu pejalan kaki,” tutur anggota Forum Lalulintas Kabupaten Semarang, Husein Abdullah, Senin (16/11).

Menurut Husein desain trotoar semestinya tidak hanya memandang keindahan estetika saja. Namun juga dikaji dari sisi keselamatan pengguna jalan dan pengendara. Untuk itu perlu dikaji lagi bersama Satlantas dan Dishubkominfo.

Selain itu pembangunan yang tengah dikerjakan di Jl Gatot Subroto ini tidak berpihak pada pengguna jalan, terlebih pada penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus.

“Trotoarnya saja sudah dipersempit oleh pot tanaman, tiang reklame. Jelas ini tidak berpihak pada pejalan kaki. Apalagi bentuk trotoarnya tidak rata dengan jalan, jelas tidak berpihak untuk saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus,” tegas Husein.

Berdasarkan pengamatan Husein, trotoar yang tengah dibangun ini berada diatas selokan air. Dikhawatirkan saat musim hujan air dari jalan tidak dapat masuk ke selokan dan akan membanjiri jalan.

“Pemerintah ini semestinya membendakan mana jalan, trotoar dan selokan. Kalau trotoar ada diatas selokan, bagaimana air bisa masuk ke selokan. Pasti akan membanjiri jalan raya,” keluh Husein.

Masalah tersebut menurut Husein pernah disampaikan ke Pemkab Semarang dan DPRD Kabupaten Semarang. Namun hingga saat ini tidak pernah ada tanggapan yang serius.

Sehingga pihaknya menilai Pemerintah Kabupaten Semarang sejak dulu hingga sekarang tidak peduli terhadap keselamatan lalulintas warganya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Semarang, Prayitno Sudarmono mengatakan, pihaknya selalu memantau kondisi sarana dan prasarana lalulintas jalan raya. Namun untuk masalah trotoar, pihaknya harus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum.
 
“Pembangunan trotoar menjadi kewenangan DPU. Untuk sarana dan prasarana jalan yang kami kerjakan itu seperti rambu-rambu dan traffic light,”kata Prayit. (JN01/JN03)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *