Transaksi Penjualan Kedelai Impor Lesu

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com – Transaksi penjualan kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai bahan baku utama membuat tahu dan tempe selama tiga pekan terakhir masih lesu menyusul rendahnya permintaan produk tahu dan tempe di pasaran.

“Sejak tiga pekan terakhir hingga sekarang permintaan kedelai impor memang belum normal karena rata-rata per hari hanya 15 ton, sedangkan sebelumnya bisa sampai 25 ton,” kata Ketua Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma’ruf di Kudus, Senin.

Bacaan Lainnya

Informasi dari para pengusaha tahu dan tempe, kata dia, penyebab berkurangnya permintaan kedelai karena disesuaikan dengan tingkat penjualan produk mereka.

Selama tiga pekan terakhir, lanjut dia, memang sepi, sehingga tingkat produksinya juga dikurangi agar tidak menanggung rugi.

Dampaknya, kata dia, permintaan kedelai impor maupun lokal juga turut berpengaruh.

Biasanya, pengusaha tahu dan tempe akan menaikkan kapasitas produksinya ketika memasuki musim hujan, namun hingga sekarang belum juga ada yang melakukannya.

Ia menduga, hal itu karena respons pasar yang masih lemah, sehingga masa panen yang biasanya mereka nikmati setiap musim hujan belum dirasakan.

Kecenderungan harga jual kedelai saat ini yang terus menurun, kata dia, belum juga mampu mendongkrak penjualan tahu dan tempe di pasaran.

Harga jual kedelai impor hari ini (16/11) sebesar Rp7.000 per kilogramnya atau menurun dibanding sebelumnya mencapai Rp7.500/kg.

Untuk stok kedelai impor yang tersimpan di gudang Primkopti Kudus mencapai 55 ton dan masih bisa ditambah sesuai kebutuhan.

Pengusaha tahu dan tempe yang menginginkan kedelai lokal, saat ini juga masih tersedia dengan harga Rp6.850/kg, sedangkan stok yang tersedia sekitar 20 ton.

Sementara jumlah pengusaha tahu dan tempe di Kabupaten Kudus diperkirakan mencapai 300-an pengusaha yang tersebar di sejumlah kecamatan.  (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *