Diguyur Hujan Deras, Jalur Kendal-Ungaran Nyaris Putus

  • Whatsapp
Jalur Temanggung Kendal yang rawan longsor. (Foto : JN09)
Jalur Temanggung Kendal yang rawan longsor. (Foto : JN09)

KENDAL, Jowonews.com – Hujan yang mengguyur wilayah Kendal selama beberapa hari terkahir, mengakibatkan jalan alternatif Kendal menuju Ungaran, nyaris putus, pada Minggu (15/11) malam.

Guyuran air hujan yang menggerus tebing jalan dan akhirnya longsor mengakibatkan satu ruas jalan tertutup. Akibatnya, beberapa kendaraan yang melewati jalur tersebut harus antri dan berjalan bergantian.

Bacaan Lainnya

Disamping itu, pengguna jalan yang melintas harus ekstra hati-hati. Sebab saat hujan turun, jalan menjadi licin. Tak sedikit para pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan akibat terpeleset. Terlebih, jika malam hari gelap dan tidak terlihat karena minimnya lampu penerangan.

Salah seorang warga desa setempat, Sudaryono (38) menyayangkan pekerjaan jalan yang terbengkelai itu. Sebagai seorang sopir angkutan umum, yang setiap ahri melintasi jalan tersebut, dirinya selalu merasa was-was.

“Pembangunan pekerjaan jalan yang tidak rampung-rampung dan terkesan molor, membuat pengguna jalan banyak yang mengeluhkan hal tersebut,” ujarnya.

Menurut Sudaryono, berdasarkan info papan proyek, pekerjaan pembuatan tiang pancang yang dikerjakan oleh CV Indra Patra dengan anggaran Rp 835 juta. Sesuai jadwal, pengerjaan mulai 9 September selesai tanggal 8 Desember 2015, seakan diabaikan.

“Proyek sudah empat hari ini tidak ada aktivitas bahkan kabarnya pemborongnya kabur, para pekerja tidak dibayar dan pada pulang tidak kerja,” katanya.

Kepala Dinas Binamarga dan ESDM Kabupaten Kendal, Agung Setiawan, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pekerjaan proyek yang bersumber dari APBD ini akan berakhir sampai tanggal 15 Desember 2015.

Jika pekerjaan tidak selesai maka pembayaran akan disesuaikan dengan prosentase pekerjaan yang sudah jadi. “Semua proyek yang bersumber dari  APBD akan berakhir tanggal 15 Desember, jika ada pekerjaan yang tidak selesai maka tidak dibayarkan semua, dan hanya di bayar sesuai prosentase pekerjaan,” ujarnya. (JN01/JN03) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *