Guru SM3T yang Meninggal Dimakamkan di Magelang

  • Whatsapp

MAGELANG, Jowonews.com – Guru muda yang menjadi peserta program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal (SM3T), Slamet Prasetyo (23), yang meninggal saat mengabdi di Kalimantan Barat, Senin, dimakamkan di kampung halamannya di Kebonrejo, Magelang, Jawa Tengah.

Korban meninggal karena perahu yang ditumpanginya tenggelam di sungai Dusun Parit Kongsi, Desa Teluk Pandan, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat Minggu (15/11).

Bacaan Lainnya

Suasana duka tampak menyelimuti rumah duka di Dusun Kemasan, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, karena kepergiannya meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga dan rekan-rekanya.

Korban merupakan sarjana lulusan Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang berangkat ke Kabupaten Sambas pada Agustus 2015.

Kakak ipar korban, Rian Iswandari, mengatakan hampir setiap hari Slamet menghubungi keluarga untuk menanyakan kabar di rumah. Terakhir, dia menghubungi keluarga pada Minggu (15/11) sekitar pukul 12.00 WIB.

“Di mata keluarga, dia merupakan anak yang baik. Sebelum mengajar di Kalimantan, juga pernah mengajar di Kecamatan Salaman sekitar satu tahun,” katanya.

Rencananya, korban mengajar di daerah pelosok tersebut selama satu tahun ke depan. Namun, baru berjalan tiga bulan telah mendapatkan musibah.

Kepala Pusat Pengembangan Profesi Guru (PPG) SM3T Unnes Ngabiyanto mengatakan korban merupakan salah satu guru program SM3T. Program ini merupakan upaya Kemendikbud dan Unnes mengatasi kekurangan guru didaerah pelosok.

Pada tahun ini Unnes memberangkatkan 337 guru ke 10 lokasi. “Guru meninggal dunia pada program ini baru pertama kali terjadi. Setiap guru yang mengalami kecelakaan di lokasi mengajar sudah diasuransikan, termasuk klaim asuransi bagi Slamet,” katanya. (JN03/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *