Dana Hibah Belum Cair, Program Kerja Dan Gaji Karyawan Terhambat

  • Whatsapp
Museum Radya Pustaka Solo. Foto: Pandu Yoga

SOLO, Jowonews.com – Dana hibah Museum Radya Pustaka Solo, Jawa Tengah, termin III tahun anggaran 2015 kini belum cair sehingga banyak program kerja di museum tertua di Indonesia ini terhambat, termasuk gaji karyawan.

“Mestinya dana hibah itu dicairkan sejak Oktober lalu,” kata Ketua Komite Museum Radya Pustaka Purnomo Subagyo di Solo, Rabu.

Bacaan Lainnya

Purnomo mengaku telah melaporkan belum dicairkannya dana hibah termin III ke Penjabat Wali Kota Surakarta Budi Suharto.

Pemkot Surakarta mengalokasikan anggaran dana hibah untuk pengelolaan Museum Radya Pustaka sebesar Rp400 juta. Dana hibah tersebut dikucurkan dalam tiga termin dengan persentase pencairan termin pertama dan kedua sebesar 40 persen, serta termin ketiga sebesar 20 persen.

Pencairan dana hibah dilakukan setelah pihak pengelola Museum Radya Pustaka menyerahkan laporan pertanggungjawaban (LPj) penggunaan dana ke Pemkot.

“Dana termin ketiga ini yang sampai sekarang belum cair. Padahal sisa waktu tahun anggaran tinggal 1,5 bulan lagi,” kata Purnomo.

Ia menuturkan belum dicairkannya dana itu berimbas pada macetnya pembayaran honor karyawan museum bulan ini. Setidaknya ada sembilan karyawan, empat pengurus komite, dan dua penasehat Museum Radya Pustaka belum menerima honor yang seharusnya diterima awal bulan lalu.

“Ya tidak hanya honor yang macet, tapi juga operasional bulanan terhambat, seperti bayar rekening listrik, telepon, dan lain sebagainya,” katanya.

Purnomo mengatakan dana operasional museum ditanggung oleh karyawan dan para pengurus komite. Namun belakangan dana operasional terus membengkak sehingga pengelola terpaksa meminjam uang untuk membayar operasional museum.

Ia berharap Pemkot segera mencairkan dana hibah untuk operasional museum. Selain belum cairnya dana hibah, pengelola juga mengeluhkan dana hibah yang dikucurkan Pemkot tahun depan turun Rp100 juta atau menjadi Rp300 juta.

“Saya tidak mengerti alasan Pemkot menurunkan alokasi anggaran hibah untuk Museum Radya Pustaka,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *