Kalimat Sederhana Jerry Shen Akan Terus Dikenang

  • Whatsapp
Seorang model memamerkan Zenfone 2 Laser pada Zenfestifal 2015 (19/11) di Ritz Carlton, Jakarta
Seorang model memamerkan Zenfone 2 Laser pada Zenfestifal 2015 (19/11) di Ritz Carlton, Jakarta
Seorang model memamerkan Zenfone 2 Laser pada Zenfestifal 2015 (19/11) di Ritz Carlton, Jakarta

Welcome Zenfone 2 Laser, Goodbye DSLR Camera. Kalimat tersebut mungkin dianggap lelucon, tapi lelucon Itu tak lagi lucu jika melihat apa yang terdapat pada Zenfone 2 Laser. Setidaknya itu pendapat sebagian orang yang hadir pada Zenfestival 2015 dan menyaksikan kecanggihan tehnologi laser dan pixel master pada Zenfone 2 laser. Dengan mengggabungkan algoritma tersendiri dengan hardware dan optik pilihan lahirlah sebuah sistem pencitraan yang unik dan lebih dari sekedar “memadai”. Demikian mungkin penjelasan dari pihak Azus. Yang jelas bagi pengguna yang awam dengan bahasa tehnologi, apa yang diberikan Azus ini lebih dari cukup.

Mencermati apa yang diberikan Zenfone 2 laser untuk para penggemar fotografi, kalimat di atas tidak berlebihan sama sekali. Yang paling sederhana, gadget ini bisa secara otomatis melakukan pengaturan cahaya, dapat memilih kondisi terbaik untuk menampilkan gambar. Untuk di tempat dengan cahaya palingg redup sekali pun, gadget ini sanggup. Bahkan untuk kondisi backlight/ menantang sumber cahaya pun mampu dilakukan pengambilan gambar yang optimal. Zenfone 2 Laser ini seolah mengerti bagaimana memperlakukan cahaya. Seringkali para fotografer memaknai fotografi sebagai kegiatan “melukis cahaya”, maka gadget ini adalah maestronya, pelukis cahaya yang handal.

Selain itu, Zenfone 2 Laser dilengkapi berbagai fitur foto yang menarik, mulai dari beautification yang dapat menampilkan citra secara lebih menarik, panorama yang wide-nya mumpuni, hingga foto makro yang memiliki resolution tinggi. Dan yang paling memuaskan bagi penggemar fotografi adalah mode manual. Mode manual ini memberikan kekuasaan penuh pada para pengguna untuk mengatur kameranya. Setidaknya terdapat tiga belas pengaturan dan kontrol yang dapat diatur seolah professional.

Dan yang paling spesial adalah auto focus dengan tehnologi laser. Konon hanya Azus yang menggunakan tehnologi ini. Bahkan produsen sekelas Ap**e atau pun Sa**ung belum menggunakan tehnologi ini. Auto focus dengan tehnologi laser ini memiliki kecepatan yang mengagumkan, hanya butuh 0, 03 detik. Bahkan focus kamera sudah di dapatkan sebelum pengguna menyadarinya. Foto blur sudah menjadi masa lalu.

Secara tehnologi, tidak terbantahakn Zenfone 2 Laser memenuhi ekspektasi penggemar fotografi. Seolah Azus mengeluarkan semua jurusnya untuk memanjakan pengguna. Tinggal dengan harga berapakah semua tehnologi itu dapat dimiliki? Sesuaikah dengan kemampuan para penggemar fotografi?

Ada varian Zenfone 2 Laser, varian pertama dengan layar 5″ dibandrol dengan harga Rp 1,7 juta hingga Rp 2, 09 juta, varian kedua dengan layar 5,5″ dibandrol dengan harga Rp 2, 29 juta sedang kan varian ketiga dibandrol dengan harga Rp 3, 49 juta. Angka yang sangat terjangkau untuk tehnologi yang didapatkan. Harga yang jauh dibawah DSLR Camera. Untuk para newbi maupaun profesional, gadget ini cocok untuk menyalurkan hobby dengan terjangkau dan hasil yang tidak mengecewakan.

Tidak berlebihan jika Jerry Shen, CEO Azus merasa bangga memperkenalkan produk ini. Tidak hanya tehnologi high end, tapi harga pun terjangkau. Tampaknya Azus memperhatian tiap detail, mengerti benar kebutuhan sekaligus kemampuan pasar. Azus tidak hanya bicara tentang gadget sebagai gaya hidup, lebih dari itu Azus berbicara tentang gaya hidup yang bisa dinikmati semua orang. Gaya hidup yang menjadi hak semua orang. Maka kalimat Jerry Chen yang sederhana ini Akan terus diingat. “Kami merasa terhormat bisa mempersembahkan kemewahan ini untuk semua orang.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *