Warga: Indonesia Harus Tetap Tolak Isis !

  • Whatsapp

JAKARTA, Jowonews.com – Masyarakat Indonesia seharusnya tetap sadar bahwa kelompok ISIS bukan merupakan bagian dari Islam dan menolak apa pun aktivitas terorisme yang dilakukan oleh kelompok tersebut.

Aksi terorisme oleh kelompok ISIS yang telah menewaskan ratusan orang akhir-akhir ini di Lebanon (12/11) dan Prancis (13/11) telah menjadi perhatian seluruh dunia.

Bacaan Lainnya

“ISIS itu bukan Islam tapi hanya saja berkedok Islam. Sebagai WNI yang baik dan sebagai orang Islam harus menolak adanya ISIS,” kata ustadz Samin Alfarizi di Kranggan Permai, Bekasi, kepada Antara, Kamis, Jakarta.

Menurut Samin, ISIS merupakan sebuah kelompok yang diduga dibayar oleh kelompok yang tidak suka dengan Islam dan kelompok tersebut mengaku sebagai muslim, seakan-akan Islam yang melakukannya sehingga menganggap Islam yang melakukan aktivitas terorisme dan dicap sebagai teroris.

“Apa yang dilakukan ISIS tidak bisa dikatakan jihad, mereka bukan bagian dari Islam hanya saja mengatasnamakan Islam berbuat seenaknya mereka, seakan-akan Islam kejam dan tidak toleran, Islam itu tegas bukan keras dalam agama Islam tidak diajarkan kekerasan apalagi sampai membunuh orang-orang yang tak berdosa,” ujar Samin.

Sementara itu, salah satu mahasiswa tingkat akhir Hubungan Internasional Universitas Diponegoro, Dwi Priyatno menanggapi kejadian yang terjadi, terutama di Prancis.

“Kaget ya, karena Prancis merupakan salah satu negara yang aman di dunia dan merupakan salah satu anggota dewan keamanan PBB yang tingkat keamanan negaranya pasti tidak diragukan lagi,” ujar Dwi.

Dwi juga mengatakan bahwa kejadian tersebut menggugah dunia karena yang sebelumnya telah terjadi kontradiksi antara blok barat dan blok timur kini meningkatkan kerja sama untuk melawan kelompok ISIS.

“Sebenarnya dibalik semua kejadian ini ada hikmahnya, karena seluruh dunia saat ini bekerja sama untuk melawan satu musuh, yaitu kelompok ISIS,” kata Dwi.

Serangan di Paris berlangsung di beberapa titik pada Jumat malam. Korban paling banyak ada di dalam Gedung Konser Bataclan di mana para pelaku menyandera dan menembaki penonton konser.

Teror ini diawali oleh dua suara ledakan di dekat Stade de France, stadion yang sedang menggelar pertandingan sepak bola persahabatan antara Prancis dengan Jerman. Serangan berlanjut dengan penembakan di beberapa restoran dan bar.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebutkan total korban tewas sebanyak 153 orang. Sementara itu, 200 orang luka-luka akibat serangan, 80 di antaranya luka berat.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *