Warga Sukoharjo Protes Ternak Babi

  • Whatsapp
Buruh melakukan demo di depan kantor gubernuran, Selasa (11/11).

SUKOHARJO, Jowonews.com – Protes warga kembali terjadi di Sukoharjo. Kali ini puluhan warga Kampung Suronandan RT 03/2 Desa Madegondo Grogol Sukoharjo, Jumat (20/11) menggelar aksi protes. Mereka menuntut agar kandang babi yang berada di tengah kampung agar dipindahkan.

Selain itu warga mempertanyakan sebagian lahan pemakaman sudah diklaim dibeli dan saat ini bergabung dalam pekarangan kandang babi tersebut. Aksi dimulai sekitar pukul 13.00 siang kemarin, tak hanya bapak-bapak, para ibu dan anak pun ikut melakukan aksi tersebut.

Bacaan Lainnya

“Selama ini warga sudah sabar, tapi lama-lama kok kebangeten. Jumlah babi tambah banyak jadi baunya tambah menyengat. Apalagi kamar saya pas berbatasan tembok dengan kandang. Makanya kami minta kandang ini dipindah saja, jangan ditengah kampung,” ungkap Sukiyen (53) yang rumahnya berbatasan langsung dengan kandang.

Warga berorasi bergantian sambil membentangkan spanduk dan poster yang bertuliskan seruan menolak ternak babi dalam kampong dan tuntutan mengembalikan makam desa. Dijelaskan Tukidi (55) Ketua RT 03/2, keresahan warga soal bau dan limbah babi sudah lama, namun baru mulai mencuat setahun terakhir ini.

Tahun lalu warga sudah mengirimkan surat keberatan keberadaan kandang babi pada Badan Lingkungan Hidup dan Satpol PP Sukoharjo. Namun hingga kini belum ada tindakan. “Awalnya memang warga sabar karena peternakan itu sewa artinya bisa pindah,” ujar Tukidi.

Namun lama-lama jumlah babi makin banyak dan belakangan kita tahu kalau lahan kandang babi sudah dibeli termasuk mengiris lahan makam. “Tentu saja warga protes. Pertemuan dengan pemilik sudah
beberapa kali, kita juga sudah mengirim surat pada pemerintah, tapi tidak ada tanggapan,” ungkap Tukidi.

Diketahui tanah makam seluas 350 meter yang bersebelahan dengan kandang babi tersebut memang sudah lama tidak digunakan lagi, namun masih digunakan untuk ziarah oleh kerabatnya. Tapi karena bersebelahan dengan kandang babi yang bau ditambah akses jalan tertutup kandang maka warga jarang berziarah disana.

Sampai akhirnya diketahui lahan makam tersebut sudah berkurang sekitar 150 meter dan ironisnya mengaku sudah dibeli oleh Arif Hidayat pemilik peternakan babi tersebut. Bahkan Arif mengaku memiliki sertifikat yang sah. “Warga jelas mempertanyakan tanah makam kok dibeli, lalu yang menjual siapa,” ungkap Wijianto, warga lainnya.

Warga berharap pemerintah mau bersikap adil dan menegakkan undang-undang, mengenai tanah makam yang diserobot, lalu soal tidak adanya perijinan peternakan babi di tengah kampung dan soal limbah. “Kalau seminggu ini tidak ada reaksi dari pemerintah kami akan membuat aksi lebih besar lagi dan akan mengadu ke DPRD,” ungkap Wijiyanto.

Pemilik peternakan babi Wang Wang, putra Arif Hidayat tidak bisa ditemui, namun melalui salah satu pekerja kandang, Bambang, mengaku mereka akan menyampaikan masalah tersebut pada bos nya. “Selama ini soal kebersihan kandang babi, sudah dilakukan dengan baik sehari dua kali. Kalau soal makam diserobot untuk kadang babi, kami tidak tahu,” kata Bambang. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *