Ganjar Akan Dorong Penyerapan Dana Desa

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengku akan mendorong percepatan penyerapan dana desa. Caranya, Ganjar akan mendatangi daerah-daerah yang penyerapannya masih di bawah 50 persen.

“Kita kemarin sudah ke Kendal. Saya minta langsung kepala daerah untuk segera mengumpulkan kepala desa untuk melakukan percepatan,”ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Langkah  Gubernur Ganjar itu sekaligus menanggapu sorotan dari Kordinator Forum Indonesia untuk Transpransi Anggaran (Fitra) Jawa Tengah, Mayadina RM. Mayadina mendesak Pemprov Jateng untuk segera melakukan tindakan yang nyata terkait masih rendahnya penyerapan dana desa di Jateng.

Menurut dia, Masih rendahnya penyerapan dana desa di antaranya disebabkan lambatnya regulasi dari pusat dan daerah. Selain itu, kurangnya koordinasi antar stakeholder yang membidangi urusan desa.

Ganjar mengakui Kabupaten Kendal merupakan satu dari sejumlah daerah yang penyerapan dana desanya masih rendah yaitu baru 37 persen. Selain Kendal, daerah lain yang juga belum maksimal dalam penyerapan dana desa adalah Kabupaten Pekalongan (33 persen), Demak (40 persen), Batang (43 persen), Brebes (48 persen), dan Purworejo (49 persen). “Kita akan tanyai apa saja yang menjadi kesulitannya,” imbuhnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Jateng Ema Rachmawati menyatakan, hingga kini pencairan dana desa di 29 kabupaten di Jateng sudah mencapai Rp 1,509 triliun (67,71 persen). Pencairan tahap pertama sebesar Rp 825,9 miliar. Sementara pencairan tahap kedua Rp 656,1 miliar dan tahap ketiga Rp 167,93 miliar.

“Masih ada 310 desa yang belum mencairkan dana desa tahap pertama. Untuk tahap kedua, masih ada 2.013 desa dari 7.809 desa yang juga belum mencairkan,” bebernya mengaku akan melakukan pengecekan secara detail kepada daerah yang bersangkutan.

Ia menambahkan, dari total dana      desa Rp 2.228.889.296.000 pada 2015, pencairan tertinggi mencapai 80 persen. Yaitu diraih sembilan kabupaten meliputi Banyumas (Rp 71,43 miliar), Banjarnegara (Rp 59,84 miliar), Karanganyar (Rp 36,95 miliar), Blora (Rp 59,85 miliar), Pati (Rp 88,75 miliar), Jepara (Rp 44,43 miliar), Semarang (Rp 46,27 miliar), Temanggung (Rp 57,93 miliar), dan Tegal (Rp 65,29 miliar). “Daerah yang telah melakukan pencairan tahap ketiga baru 221 desa di Wonosobo,” terangnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *