Puluhan Desa Terancam Longsor dan Banjir

  • Whatsapp
Bencana terjang Wonogiri. (Foto : JN03)
Bencana terjang Wonogiri. (Foto : JN03)

KENDAL, Jowonews.com – Bencana alam bisa timbul dan datang sewaktu waktu, terlebih memasuki musim penghujan saat ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal menganggarkan dana sebesar Rp 225 juta untuk penanganan bencana alam yang terjadi pada tahun 2015.

Plt Kepala BPBD Kendal, Slamet, mengatakan anggaran yang telah disiapkan tersebut digunakan sebagai bantuan logistik berupa mie instan, beras, dan minyak goreng, sebesar Rp 150 juta. Sedangkan untuk kegiatan sosialisasi pencegahan dan kesiapsiagaan bencana, dianggarkan sebesar Rp 75 juta.

Bacaan Lainnya

“Dana tersebut di peroleh melalui APBD 2015 khusus untuk penanggulangan bencana, sementara untuk anggaran lainnya diperuntukan pada UPTB Damkar dan SAR Bahurekso Kendal, namun besarannya tidak bisa kami sebutkan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Sabtu (21/11).

Menurutnya, penanganan bencana di musim penghujan, pihak BPBD sudah mempersiapkan berbagai peralatan yang diperlukan dalam penanganan bencana tersebut. Dirinya juga telah berkoordinasi dengan pihak stakeholder lainnya untuk memberikan bantuan bila diperlukan.

“Pada musim penghujan, potensi bencana longsor sangat tinggi di wilayah Kabupaten Kendal. Kami sudah menyiapkan Posko Siaga Bencana seperti di Desa Tlogo Payung, Kecamatan Plantungan. Wilayah ini dipilih karena letaknya pas di tengah dari berbagai titik longsor yang ada,” tukasnya.

Dijelaskan, tercatat ada sebanyak 62 desa di daerah Kendal bagian atas seperti Kecamatan Limbangan, Singorojo, Patean, Sukorejo, Plantungan dan Pageruyung masuk zona rawan terjadinya tanah longsor.

Sementara 68 desa di Kendal bawah, seperti di Kecamatan Kendal, Patebon, Cepiring, Rowosari, dan Brangsong masuk zona daerah rawan banjir. Pihaknya pun telah melakukan pemetaan tersebut adalah hasil dari prediksi pada musim hujan tahun lalu.

“Daerah rawan longsor dan banjir tidak berubah atau terhitung sama. Bencana alam berupa longsor biasanya terjadi di Kendal bagian atas atau sebelah selatan Kendal kota seperti Sukorejo, Pageruyung, Patean, Plantungan dan lainnya,” jelasnya.

Bencana tanah longsor pernah terjadi di desa Mojoagung Kecamatan Plantungan, warga terpaksa harus mengungsi karena tanah longsor menimpa 14 rumah warga. Kini untuk mengantisipasi bencana longsor maupun banjir bandang, pihak BPBD telah menyiapkan posko yang siaga 24 jam.

“Jika warga mengetahui dan mendapati bencana tanah longsor maupun banjir agar melapor dan menghubungi nomor telepon BPBD di (0294) 383160, sedangkan untuk nomor Pemadam Kebakaran‎Kendal di (0284) 382913,” pungkasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *