Tiga Pohon Timpa Sepuluh Kios Komplek GOR,  Satu Luka, Kermat Ratusan Juta

  • Whatsapp
Pohon-asem-kemis-Saridin-Pati foto: wartaphoto.net

KUDUS, Jowonews.com– Bencana angin puting beliung kembali melanda Kabupaten Kudus, kemarin. Kali ini angin kencang itu menyapu komplek Gedung Olahraga (GOR), Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Sabtu kemarin.

Pusaran angin itu membuat tiga pohon besar tumbang. Pohon yang rata-rata memiliki ketinggian sekitar sepuluh dengan diameter 30 sentimeter itu menimpa dua los pedagang kaki lima (PKL) yang tepat berlokasi di depan kantor KONI Kudus. Dari dua los itu terdapat sepuluh kios PKL mengalami kerusakan.

Bacaan Lainnya

Sebanyak tujuh kios mengalami kerusakan parah. Alat dan barang dagangan PKL rusak karena terhantam batang pohon. Tiga kios sisanya hanya mengalami kerusakan dibagian atap.

Selain menimpa kios, pohon juga memakan korban luka-luka dibagian kepala. Korban yang belum sempat diketahui identitasnya itu langsung dilarikan ke rumah sakit. Satu unit sepeda motor Honda warna hitam dengan nomor polisi (nopol) H 5666 AS juga tertimpa hingga rusak cukup berat.

Pohon berukuran diameter kecil berlokasi disebelah barat Taman Krida juga diketahui tumbang. pohon setinggi sekitar tujuh meter itu menimpa los PKL yang tengah dilaksanakan pembangunan. Namun tingkat kerusakannya kecil.

Hadi, 40, penyedia jasa mainan motor di kompleks GOR, mengatakan angin kencang terjadi sekitar pukul 15.30. Saat itu angin tersebut datang dari arah Gedung KONI bergulung-gulung menuju lapangan GOR.

“Angin putting beliung itu bertiup kencang sekali. Karena angin kencang motor mainan hingga kocar-kacir. Orang-orang pun yang kebetulan sedang berteduh dari hujan lebat pun panik.  Mereka berhamburan menyelamatkan diri,”  kata Hadi.

Bersamaan dengan itu, lanjutnya, terdengar suara gemeretak disusul tiga pohon yang bertumbangan. Angin itu berhembus tak lama, kurang dari satu menit.

PKL lainnya, Anto, 45, menyampaikan kondisi pohon sebenarnya tak dijumpai tanda-tanda rapuh. Sebelumnya ia mengaku telah mengusulkan untuk memangkas ranting-ranting, namun tak diizinkan dinas terkait.

“Ranting-rantingnya memang sangat rimbun. Sudah layak untuk dipangkas. Sebelumnya ranting-ranting sejumlah pohon di kompleks ini memang kerap patah saat hujan angin. Namun hingga kini belum dilakukan proses pemangkasan. Bila ada jatuh korban yang disalahkan siapa,” ucapnya dengan nada kesal.

Kerugian materi (kermat) ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sedangkan tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Personel BPBD Kudus dan Polsek setempat baru datang sekitar 30 menit kemudian. (JN04/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *