Jumlah Pelajar Kudus di Festival Teater Bertambah

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com – Jumlah sekolah tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang mengikuti festival teater pelajar 2015 semakin bertambah seiring banyaknya sekolah yang memiliki ekstra seni teater mengingat manfaatnya yang cukup besar dalam mengurangi kenakalan remaja.

“Peserta teater pelajar tahun ini memang paling banyak, dibanding tahun sebelumnya,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus Didik Hartoko saat jumpa pers bersama sejumlah media terkait final festival teater pelajar 2015 yang digelar di GOR Bulu Tangkis Djarum Kaliputu, Kudus, Minggu.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, keberadaan seni teater memang cukup efektif dalam mentransfer nilai-nilai moral kepada generasi muda.

 Sejak digelarnya teater pelajar yang diselenggarakan oleh Djarum Bakti Budaya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kudus, kata dia, tingkat kenakalan remaja cenderung menurun.

Bahkan, kata dia, saat ini laporan adanya kenakalan remaja semakin jarang terdengar.

Dari sisi akademik, kata dia, prestasi para siswa juga semakin baik, bahkan tingkat kelulusan terakhir mencapai angka 99 persenan.”Para pelajar kini berani berkonsultasi dan berpendapat karena di dalam seni teater juga mengubah pola sikap dan tingkah laku yang negatif menjadi positif,” ujarnya.

Manfaat besar tersebut, lanjut dia, memang ditindaklanjuti dengan meminta semua sekolah menyediakan ekstra kurikuler seni teater.

Guna menunjang sekolah-sekolah yang belum berpengalaman dalam seni teater, kata dia, lewat kerja sama Djarum Foundation akhirnya digelar lokakarya dengan menghadirkan seniman yang aktif di dunia teater yang diikuti guru Bahasa Indonesia.

Koordinator Teater Djarum Oey Riwayat Slamet membenarkan, bahwa peserta yang mengikuti festival teater tahun ini memang lebih banyak. “Jika tahun lalu peserta dari sekolah tingkat SMA hanya 20 sekolah, kini meningkat menjadi 28 sekolah ditambah lima peserta dari tingkat SMP dan tiga di antaranya masuk final,” ujarnya.

Festival teater pelajar yang ke-8 ini, kata dia, ada penambahan gelar, yakni aktor dan aktris sebagai pemeran utama dan pembantu terbaik karena sebelumnya hanya teater terbaik, sutradara terbaik, pemeran utama dan pemeran pembantu terbaik serta penata artistik.

Perwakilan dari Djarum Foundation Bakti Budaya Adi Pardianto mengungkapkan, seni teater memang menjadi aktualisasi gagasan para pelajar sehingga menjauhkan mereka dari kenakalan remaja.”Sebetulnya, kami sudah berfikir untuk melanjutkan program ini menjadi lebih luas, khususnya bagi teater yang menjadi juara untuk bersaing di level lebih tinggi,” ujanya.

Hanya saja, lanjut dia, upaya tersebut masih banyak kendala, sehingga untuk saat ini masih dalam tahap memberikan wadah bagi pelajar untuk menorehkan kreativitas mereka di bidang teater lewat festival ini.

Putri bungsu Kiai Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inayah Wulandari yang menjadi salah satu juri festival teater pelajar 2015 berharap, kegiatan ini digarap secara serius, mengingat banyak talenta muda dari Kudus di bidang seni teater.

Apalagi, lanjut dia, festival tahunan tersebut bisa menjadi stimulasi bagi para pelajar untuk terus melatih kemampuannya dalam berteater. Juri lain dalam kegiatan tersebut, yakni Putu Fajar Arcana yang merupakan seorang jurnalis serta sastrawan. (JN04/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *