Pengrajin Manfaatkan Limbah Kayu Jadi Mainan

  • Whatsapp

SOLO, Jowonews.com – Seorang pengrajin ekonomi kreatif di Tegalkeputren Kelurahan Pajang Laweyan Solo memiliki ide kreatif dengan memanfaatkan limbah kayu sengon yang dibuat menjadi mobil mainan mempunyai nilai jual dan diminati konsumen.

Seorang pengrajin Usmanto (49) warga RT 03 RW 05 Tegalputren Pajang Solo, Selasa, mengatakan ide kreatif muncul setelah melihat limbah kayu sengon bekas untuk membangun rumah untuk dimanfaatkan menjadi barang yang bernilai seperti mainan mobil jenis truk dan bus.

Bacaan Lainnya

“Saya setelah banyak limbah kayu papan bekas bangunan itu, ide kreatifnya muncul untuk dibuat mobil-mobilan dan ternyata banyak diminati masyarakat,” kata Usmanto yang mengaku mulai menekuni membuat barang ekonomi kreatif itu, sejak awal 2014 hingga sekarang.

Usmanto mengaku bahwa dirinya sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan dan membuat mainan mobil jenis truk serta bus dari kayu ini, merupakan pekerjaan sambilan untuk menambah penghasil keluarga.

Menurut dia, truk dan bus mainan dari kayu dengan ukuran bervariasi buatannya tersebut pertama memang masih kesulitan dalam pemasaran kepada konsumen. Dirinya harus bekerja keras kelilingin kampung untuk menawarkan hasil ekonomi kreatif ini, agar laku.

“Namun, saya kini hanya mengelar di sejumlah tempat strategis di Kota Solo, seperti Sunday Market di kawasan Manahan, ‘Car Free Day’ di Jalan Slamet Riyadi dan kegiatan event lainnya, ternyata banyak peminatnya,” katanya.

Menurut dia, ternyata truk dan bus mainan buatannya banyak diminati oleh masyarakat, karena selain memiliki keunikan dan kualitas yang bagus, juga tahan untuk mainan serta kadang dinaiki oleh anak-anak.

“Truk dari kayu itu, memiliki ukuran panjang sekitar 40 hingga 50 centimeter kuat dinaiki untuk anak-anak,” kata Usmanto.

Menurut dia, truk dan bus mainan dari kayu tersebut dijual dengan harga masih terjangkau yakni antara Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per buah dan kemampuan produksinya rata-rata hanya sekitar 15 buah per bulan.

Usmanto menjelaskan truk dan bus mainan buatannya laku terjual dengan omzet yang lumayan rata-rata antara 15 hingga 20 buah per bulan.

Menyinggung soal bahan baku limbah kayu papan sengon, Usmanto menjelaskan tidak ada masalah karena stoknya cukup banyak dengan cara membeli harga rata-rata Rp11 ribu per lembar dengan ukuran panjang sekitar 2,5 meter dan lebar sekitar 20 hingga 30 centimeter.

“Saya setiap dua lembar kayu papan ini, dapat membuat satu buah truk,” katanya.

Dia mengatakan proses pembuatannya memang cukup rumit dan butuh waktu cukup lama berawal dari papan kayu sengon digambar dengan menggunakan mal kertas dan kemudian digergaji sesuai bentuknya.

Menurut dia, gambar-gambar tersebut setelah dipotong-potong dengan digergaji, kemudian menggunakan paku dan lem kayu untuk merakit hingga berbentuk mainan mobil yang dikehendaki. Mobil yang sudah jadi kemudian diampelas dan didempul agar kelihatan rata.

“Mobil yang sudah didempul kemudian diampelas kembali sebelum dicat sesuai warna yang dikehendaki. Mobil ini siap dipasarkan,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *