APBD Jateng Dibuat ‘Defisit’ Rp 400 M

  • Whatsapp
Ilustrasi Uang. (Foto : IST)
Ilustrasi Uang. (Foto : IST)

SEMARANG, Jowonews.com -APBD Jawa Tengah  TA 2016 dibuat defisit Rp 400 miliar. Kepastian devisit itu ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Jateng dengan agenda ‘Penetapan Keputusan DPRD Jateng tentang Persetujuan Rancangan Perda APBD 2016’, Rabu (25/11) kemarin.

Dalam Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi dan dihadiri Gubernur Ganjar Pranowo itu, diketahui anggaran pendapatan daerah ditarget Rp 19,677 triliun. Dengan anggaran belanja Rp 20,077 triliun. Sehingga defisit Rp 400 miliar.

Bacaan Lainnya

Sementara untuk pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp 600 miliar, dengan pengeluaran pembiayaan Rp 200 miliar. Sehingga pembiayaan netto jadi Rp 400 miliar.

“Pada prinsipnya kami dapat menerima dan menyetujui RAPBD Jateng tahun anggaran 2016 dengan penggeseran maupun rasionalisasi untuk mendukung program infrastruktur kabupaten/kota di Jateng. Ataupun kegiatan lain yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,”tegas Amir Darmanto saat menyampaikan laporan badan anggaran DPRD Jateng tentang RAPBD 2016.

Sehingga banggar berpendapat Raperda tentang RAPBD 2016 dapat ditetapkan menjadi perda.

Meski demikian, banggar memberikan 12 saran. Diantaranya terkait bantuan desa untuk rintisan desa berdikari supaya mendasarkan pembangunan kawasan pedesaan. Maka harus disesuaikan dengan UU No.6/2014 tentang desa. Sehingga tidak memunculkan persoalan hukum dikemudian hari.

“Pergub nomor 56 tahun 2015 tentang pedoman pemberian bantuan keuangan kepada desa agar ditinjau kembali. Khususnya mengenai pemberian bantuan pada desa non rintisan berdikari yang tidak ada batasan pemberiannya,”katanya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa RAPBD 2016 merupakan tindak lanjut dari KUA PPAS TA 2016 yang telah disepakati bersama pada tanggal 29 Oktober 2015. “Karena itu atas nama pemprov Jateng kami sampaikan terima kasih,”ungkapnya.

Menurutnya, anggaran itu memiliki makna yang sangat penting pada kelanjutan pelaksanaan pembangunan Jateng kedepan. “Tahun 2016 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Jateng yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, dengan didukung infrastruktur yang semakin bagus,”katanya.(JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *