Masa Tanam Padi Di Kulon Progo Mundur

  • Whatsapp

KULON PROGO, Jowonews.com – Masa tanam padi di areal ribuan hektare pertanian di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mundur karena dampak El Nino dan debit Waduk Sermo dan Sungai Progo yang masih rendah.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kabupaten Kulon Progo Bambang Tri Budi di Kulon Progo, Rabu, mengatakan lahan pertanian yang mengalami kemunduran masa tanam (MT), yakni MT I golongan II di wilayah Pengasih Timur, Pengasih Barat, dan Pekik Jamal seluas 3.410 hektare.

Bacaan Lainnya

“Lahan pertanian di wilayah ini airnya dari Waduk Sermo sejak 15 Oktober, tapi tidak segera dimanfaatkan untuk pengairan MT I dan harapannya bisa disubsidi dari irigasi Kalibawang. Laporan dari petugas lapangan, pada 20-25 November, petani mulai menebar benih,” katanya.

Selain wilayah itu, kata Bambang, lahan pertanian yang mengalami keterlambatan masa tanam, yakni golongan II MT I yang mengandalkan irigasi Kalibawang yang meliputi Kejuron atau Gabungan P3A Papah seluas 979 hektare.

“Debit Sungai Progo mengalami penurunan, yakni 6,8 meter kubik per detik dari kondisi normal tujuh meter kubik per detik. Selain itu, mundurnya masa tanam karena dampak El Nino yang hingga saat ini belum ada hujan atau hujan tapi intensitasnya masih ringan,” katanya.

Ia mengatakan akibat dari dampak masa tamam, yakni mundurnya masa panen raya dan penurunan produksi padi pada 2015.

“Kami berharap, mundurnya masa tanam tidak memengaruhi produksi padi di Kulon Progo,” katanya.

Seorang petani di wilayah pengairan Gabungan P3A Papah, Karmin, mengatakan hingga saat ini air belum masuk wilayah Salamrejo sehingga petani belum bisa mengolah lahan atau menyiapkan lahan pembenihan.

“Airnya belum sampai ke sawah, kami juga belum menyiapkan benih dan mengolah lahan,” katanya.   (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *