Pembayar Pajak Kendaraan Turun Drastis

  • Whatsapp
LENGANG: Suasana kantor Samsat Salatiga sangat lenggang. Padahal saat foto ini diambil pas saat jam sibuk
LENGANG: Suasana kantor Samsat Salatiga sangat lenggang. Padahal saat foto ini diambil pas saat jam sibuk

SALATIGA, Jowonews.com – Dalam kurun waktu beberapa tahun ini, jumlah wajib pajak (WP) kendaraan bermotor di Samsat Salatiga turun drastis. Salah satu penyebabnya, diperkirakan akibat menurunnya kemampuan ekonomi masyarakat Kota Salatiga, akibat krisis ekonomi.

Dari pengamatan Jateng Pos di Samsat Salatiga, di jam-jam kerja, yang biasanya menjadi padat pelayanan, Rabu (25/11) siang, hanya terlihat tak lebih dari 10 wajib pajak. Akibatnya, karyawan di pelayanan satu atap tersebut lebih banyak bersantai.

Bacaan Lainnya

 “Saya juga heran, saat mau pajak sepeda motor, kok situasinya lengang. Padahal setahu saya, sebelum-sebelumnya selalu ramai,” kata Santoso (40) warga Karangalit, Salatiga.

Menanggapi sepinya pembayar pajak kendaraan ini, Kepala Seksi Kantor Unit Pelayanan Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (UP3AD) Salatiga Farida Hasanah mengakui, keadaan ini sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pelayanan Samsat hanya ramai pada tanggal 1 sampai tanggal 10, setelah itu sepi lagi.

”Kemampuan kapasitas pelayanan di kantor ini mencapai 400 wajib pajak per hari mulai start jam kerja pukul 7 pagi hingga 2 siang, tetapi sejak beberapa tahun ini, rata-rata hanya 150 wajib pajak per hari,” ujarnya.

Farida mengaku heran kenapa hal ini bisa terjadi, padahal berbagai upaya sudah dilakukan seperti sosialiasi ke berbagai kalangan mulai sekolah-sekolah sampai ke komunitas-komunitas warga yang ada di Salatiga ini. Namun, itu juga belum berdampak signifikan pada minat masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor.

”Kalau perkiraan kami, mungkin karena krisis ekonomi dan daya beli yang sedang menurun. Meski demikian, karena ini kewajiban, kami berharap wajib pajak untuk membayar tepat waktu,” jelasnya.

Ia menambahkan setiap hari kantor pelayanan juga buka mulai pukul 07.00 – 14.00  dan para karyawan yang ada di dalamnya standby di masing-masing meja. Namun, biasanya diatas jam 13.00, hanya ada satu atau dua wajib pajak. Namun demikian kami selalu stanby dan siap melayani.  ”Kami tetap sesuai jam kerja yang sudah ditentukan. Bahkan kalau ada yang datang pukul 14.00 lebih tetap kami layani karena prosesnya memang cepat asal surat-suratnya lengkap,” imbuhnya.

Dijelaskan Farida, potensi wajib pajak ( WP) ada sebanyak 99.052 wajib pajak dan yang sudah melakukan pembayaran sebanyak 106.097 WP. Namun jumlah ini, bukan hanya WP dari Salatiga saja, namun ada yang berasal dari berbagai daerah sekitar Salatiga. Seperti Kabupaten Semarang atau Boyolali yang membayar secara online.

” Kami juga membuka ‘pemutihan’, hingga akhir Desember mendatang, bagi yang telat pajak tidak dikenakan denda,” ujarnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *