Proyek Jalan Jolotundo Jangan Molor

  • Whatsapp
Kondisi Jalan Jolotundo yang masih terkendala adanya satu lahan yang belum mau menerima pembebasan. Pemkot Semarang akan menempuh langkah konsinyasi untuk menyelesaikan persoalan ini.
Kondisi Jalan Jolotundo yang masih terkendala adanya satu lahan yang belum mau menerima pembebasan. Pemkot Semarang akan menempuh langkah konsinyasi untuk menyelesaikan persoalan ini.

SEMARANG, Jowonews.com – Warga mendesak proyek pengecoran Jalan Jolotundo yang merupakan jalan tembus Kartini menuju Gajah tidak molor. Mengingat jalan itu menjadi akses utama bagi warga dalam menjalani rutinitas setiap harinya.

Berdasarkan pantauan lapangan, sebagian badan jalan di jembatan Kartini masih terpasang tanda larangan. Tetapi masih banyak pengguna jalan yang tak menghiraukan penutupan sebagian jalan.

Bacaan Lainnya

Saat ini Jalan Medoho Raya menuju Jembatan Jalan Kartini sudah tidak ada proses pengecoran jalan. Saat ini fokus pengecoran dari jembatan ke arah timur Jalan Jolotundo berbatasan dengan Jalan Gajah Raya.

Warga sepertinya sudah tidak sabar akan proyek ini. Hal ini terlihat banyak pengguna jalan yang lewat di Jembatan Jalan Kartini dan tak menghiraukan penutupan jalan yang terpasang disana.

“Kalau kendaraan roda dua masih bisa lewat, tetapi kalau kendaraan roda empat tidak bisa karena sebagian badan jalan masih ada timbunan tanah bekas perbaikan jalan,” tutur Asnawi, warga Sambirejo, Rabu (25/11).

“Kami sangat berharap, Jalan Jolotundo bisa segera rampung agar para pengguna jalan tidak ramai lewat Jalan Medoho Raya yang bisa bikin pusing dan semrawut. Karena sering dilewati kendaraan jalan kampung Medoho Raya jalan pavingnya juga rusak dan bergelombang,” lanjutnya.

Mewakili warga Sambirejo, Asnawi juga mendesak agar Jalan Jolotundo pengecoran jalannya tidak molor hingga akhir Desember nanti. Karena dalam perkiraan pertengahan bulan depan sudah bisa dilewati

Wahyu, pengguna jalan mengaku setiap hari sudah bisa lewat Jembatan Kartini dan berbelok menuju Jalan Medoho Raya. Saat ini pengerjaan pembangunan jalan para pekerja fokus di Jalan Jolotundo. “Jadi ya tidak masalah sekarang warga pada nekad menerobos penutupan sebagian jalan,” tandasnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *