Khawatir Terserang Flu Burung, Ribuan Ayam Dimusnahkan

  • Whatsapp

UNGARAN, Jowonews.com – Sekitar 500 ayam di Dusun Blater, Desa Jimbaran, Kecamatan Bandungan tiba-tiba mati mendadak. Untuk mengantisipasi terserang flu burung, peternak langsung memusnahkan sekitar 1500 ayam yang masih hidup.

Moh Basari menyatakan beberapa waktu lalu ratusan ayam miliknya tiba-tiba mati secara berurutan. Dalam waktu kurang dari seminggu ayam yang sudah berumur 3 bulan ini tiba-tiba mati. Tanda-tanda kematiannya mirip dengan ayam yang terserang virus flu burung. Yaitu kepala memerah, hidung mengeluarkan lendir dan bulu ayam berdiri.

Bacaan Lainnya

Peternak pun telah berusaha memberikan obat ternak pada ayam dan memberikan vaksin. Namun hal ini tidak berdampak positif, tapi justru ayam semakin banyak yang mati.

“Awalnya hanya beberapa yang mati mendadak, kemudian terus ada yang mati dan berkelanjutan,” ujar Basari yang juga anggota DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (27/11).

Para peternak menduga ayam di wilayahnya telah terserang virus flu burung yang dapat menular ke ayam lain. Selain itu juga dapat menular ke manusia. “Akhirnya sekitar seribu lebih ayam milik saya dan tetangga langsung kami musnahkan, agar ayam lain tidak terkena virus ini,” ungkapnya.

Selain memusnahkan ayam, para peternak juga melaporkan kejadian ini ke Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Semarang. Tidak lama kemudian jajaran Disnakan membawa melakukan pengecekan ayam dan membawa sampel ayam dan kotoran ayam yang telah terjangkit penyakit untuk dilakukan pengecekan di labolatorium.

Plt Kadisnakan, Urip Tri Yoga menyatakan setelah jajarannya melakukan pengecekan lokasi dan melakukan penelitian di labolatorium, virus yang menyerang ribuan ayam didaerah Blater, Jimbaran bukan karena terjangkit virus flu burung.

“Tidak terserang flu burung, melainkan terkena penyakit newcastle disease atau biasa dikenal dengan penyakit ND,” ungkapnya.

Pasalnya setelah dibuka bagian usus ayam terdapat bentol-bentol merah sebagai indikasi ayam terserang bakteri salmonella.  Selain petugas menyatkaan ayam terserang penyakit ND. “Memang kalau terserang penyakit ND ini hidung ayam berlendir, dan kepala memerah,” ungkapnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *