Hendi tak Paham Anggaran Pembangunan Simpang Lima 

  • Whatsapp
PANAS. Debat Pilwalkot Semarang pada Jumat malam berlangsung panas, para calon saling serang dan adu program. (Foto: Teguh Tsyuyoi/Jowonews)
PANAS. Debat Pilwalkot Semarang pada Jumat malam berlangsung panas, para calon saling serang dan adu program. (Foto: Teguh Tsyuyoi/Jowonews)

SEMARANG, Jowonews.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Ari Purbono menilai calon walikota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) tidak memahami anggaran pembangunan Simpang Lima.

Hal tersebut dikatakan Ari usai melihat debat pemilihan walikota (Pilwalkot) Semarang yang digelar Jumat (27/11) malam WIB. Kepada wartawan, Ari menilai Hendi tidak paham sehingga mengatakan pembangunan tidak dilaksanakan pemerintah kota namun propinsi. 

Bacaan Lainnya

Ari yang saat itu masuk dalam Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Semarang menjelaskan bahwa Simpang Lima dibangun bersama, antara pemerintah Kota dan Propinsi.

Akan tetapi, kata Ari, saat itu Pemkot paling dominan dalam mengeluarkan anggaran yaitu 21,9 Milyar, sedangkan Pemprov membantu anggaran Rp 9,1 Milyar, sehingga total dana mencapai Rp 30 Milyar. “Keliru itu kalau dibilang Pemkot saat itu tidak ikut membangun, jelas ada pos anggaran untuk renovasi Simpang Lima,” jelasnya, Sabtu (28/11) di Semarang.

Menurut Ari,  Hendi yang saat itu menjabat wakil walikota jarang hadir ketika ada pembahasan antara dewan dan pemerintah tentang anggaran pembangunan. “Hendi sebagai wakil walikota saat itu jarang hadir ikut pembahasan, jadi memang beliau tidak memahami anggaran pembangunan Simpang Lima,”tanda pria yang merupakan anggota Komisi B DPRD Kota Semarang ini. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya di Jowonews.com, saat debat semalam, Hendi menyampaikan bahwa Simpang Lima tidak di bangun oleh Pemkot, namun oleh Pemprov, ia menilai Soemarmo yang merupakan walikota saat itu hanya mengklaim pembangunan tersebut.

Menjawab tudingan tersebut, Soemarmo menjawab dengan kalem dan tidak mempersoalkan sindiran tersebut, ia menyatakan bukti dokumen APBD bisa di buka kembali sebagai bukti.

Calon walikota yang berpasangan dengan Zuber Safawi dan diusung oleh Koalisi Bangkit Sejahtera, gabungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini merasa bahwa banyak dokumen terkait pembangunan Simpang Lima tersebut.

“Tidak apa-apa saya dikatakan seperti itu, namun kita bisa lihat banyak bukti, dokumen APBD juga ada, disini juga banyak para anggota dewan bisa di tanya tentang itu, tapi tak apa-apa, biar masyarakat yang menilai,” tandas Marmo.

Sebagai inormasi, pada era pemerintahan walikota Soemarmo pada tahun 2010-2011 Kota Semarang banyak melakukan pembangunan. Salah satu diantaranya adalah revitalisasi  Simpang Lima, Taman KB dan Jalan Pahlawan. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *