Dukung Pariwisata, Purbalingga Kembangkan Ekonomi Kreatif

  • Whatsapp

PURBALINGGA, Jowonews.com – Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, serius mengembangkan ekonomi kreatif dalam rangka mendukung kegiatan sektor pariwisata di wilayah itu, kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Purbalingga Agus Winarno.PETA WISATA PURBALINGGA

“Terkait pengembangan ekonomi kreatif yang 14 jenis sesuai Perpres (Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015 tentang Badan Ekonomi Kreatif) itu, kami memang belum fokus ke semua tetapi fokus kepada aktivitas-aktivitas yang selama ini sudah jalan seperti kerajinan,” katanya di sela studi banding Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-eks Keresidenan Banyumas di Situbondo, Jawa Timur, Senin.

Bacaan Lainnya

Untuk kegiatan lain, seperti sinematografi dan sebagainya, kata dia, dibina oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, sedangkan seni grafis dan sebagainya dibina oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Purbalingga.

Dia menjelaskan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Purbalingga membina sesuai tugas pokok dan dan fungsinya.

“Kalau kami pembinaan di kerajinan dan industri yang terkait dengan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Pembinaan itu tentu saja kami arahkan pada peningkatan kapasitas pelakunya, jadi kalau ada peluang ikut pelatihan, kami ikutkan pelatihan, termasuk peluang untuk mengikutkan mereka dalam kegiatan pameran,” katanya.

Selain itu, pihaknya akan mencoba memfasilitasi industri ekonomi kreatif dengan memberikan bantuan peralatan manakala APBD memungkinkan.

Pihaknya juga memberikan bantuan terkait dengan pemasaran produk ekonomi kreatif bidang kerajinan itu.

“Kami memang belum ada rencana membuat tempat khusus untuk memasarkan produk-produk kerajinan. Kami lebih cenderung diintegrasikan dengan aktivitas lain, seperti objek wisata yang dapat dipastikan memerlukan itu sehingga kami dorong untuk menyediakan tempat untuk penjualan produk kerajinan sebagai cendera mata bagi wisatawan,” katanya.

Ia mengatakan tentang beberapa tempat, seperti griya industri kecil dan menengah (IKM) serta tempat-tempat pemasaran yang sudah eksis, seperti Pasar Segamas Purbalingga dan gerai-gerai sekitar objek wisata.

Pihaknya sebenarnya mendorong agar di Taman Kota Purbalingga juga disediakan tempat penjualan produk kerajinan.

Oleh karena tingkat kunjungannya belum maksimal, kata dia, tempat penjualan produk kerajinan di Taman Kota Purbalingga belum bisa direalisasikan.

“Namun secara pelan-pelan, kami upayakan untuk mengembangkan,” katanya.

Terkait dengan kerajinan yang menonjol, dia mengatakan bahwa salah satunya berupa kerajinan bambu meskipun kreativitas pelakunya masih menyesuaikan dengan pesanan atau belum mengarah pada penciptaan kreasi baru, baik secara fungsional maupun model.

Menurut dia, kerajinan bambu sebenarnya memiliki peluang besar untuk ekspor tetapi memerlukan penyiapan dari perajinnya.

Pihaknya telah menjalin kerja sama dengan eksportir kerajinan di Yogyakarta dan Solo.

“Akan tetapi untuk bisa masuk ke sana (eksportir, red.), tentu saja standar kualitas yang diminta harus dipenuhi karena mereka ekspor sehingga dituntut kualitas,” katanya.

Selain itu, kata dia, kualitas dari bahan baku juga harus disesuaikan dengan permintaan.

Disinggung mengenai hasil studi banding TPID se-eks Keresidenan Banyumas di Situbondo, dia mengaku sebagai hal positif karena bisa mendapat tambahan ilmu dari perajin di kabupaten itu yang nantinya dapat dicontoh dan dicoba untuk diterapkan di Purbalingga.

Dalam kegiatan studi banding yang dlakukan sejak Minggu (29/11) siang, rombongan TPID se-eks Keresidenan Banyumas yang dimotori Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto berkesempatan mengunjungi industri kerajinan mebel akar jati antik yang dikelola UD Akar Dewa di Desa Karanganyar Timur, Kecamatan Kendit, Situbondo, serta Griya Batik “Rengganis” di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan, Situbondo, yang dilanjutkan dengan ramah tamah serta diskusi dengan TPID se-eks Keresidenan Besuki dan Lumajang pada malam harinya.  (Jn16/ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *