Teror Pilkada, Kaca Mobil Dilempar Paving

  • Whatsapp
Kaca mobil tim Anung-Fajri dilempar dengan Paving.
Kaca mobil tim Anung-Fajri dilempar dengan Paving.

SOLO, Jowonews.com – Mendekati hari pencoblosan pemilihan kepala daerah (pilkada), suasana di Kota Solo mulai panas. Pasalnya, dua kubu pasangan calon walikota/wakil walikota Solo sama-sama menerima teror.

Dari kubu paslon nomor urut 1, Anung Indro Susanto-M, Fajri (Afi), teror dialami konsultan tim, Diki Candra. Dimana kaca mobil Nissan Grand Livina miliknya dilempar paving block oleh orang tidak dikenal, Minggu (29/11) malam, sekitar pukul 20.45 WIB.

Bacaan Lainnya

“Saat itu saya sedang makan malam bersama istri di Rumah Makan  (RM) Dapur Solo. Tiba-tiba saya dengar petugas parkir meneriaki maling orang yang melempar mobil saya. Setelah saya lihat kaca samping belakang sudah pecah seperti ini,” paparnya saat ditemui di Afi Center, sambil menunjukkan kaca mobilnya yang pecah, Senin (30/11).

Meski tak melihat saat pelaku melempari mobilnya, dari pengakuan juru parkir diketahui jika pelaku pelemparan dua orang mengendarai sepeda motor jenis bebek. Keduanya memakai helm sehingga wajahnya tidak terlihat.

“Satu orang turun dan melemparkan paving block ke kaca mobil saya dari jarak sekitar 15 meter. Sedangkan satu lagi tetap di atas sepeda motor dan langsung menggeber kendaraannya kencang setelah pelemparan itu,” imbuh pria yang pernah menjadi anggota tim pemenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Meski mengaku tak mengetahui dengan pasti siapa pelaku pelemparan, namun jika melihat dari tindakan yang dilakukan, pelemparan mobilnya tersebut merupakan bentuk teror yang ditujukan padanya. Apalagi, sebelum pelemparan tersebut dirinya sudah dibuntuti oleh pengendara sepeda motor tersebut.

“Sebelum peristiwa ini saya juga mendapat teror dalam bentuk lain. Mulai dari yang sifatnya gaib sampai teror melalui SMS, yang intinya mencaci saya. Kalau saya lihat ada seseorang atau pihak yang tidak senang saya di sini dan ingin saya segera meninggalkan Solo,” ujarnya.

Ditambahkan, Ketua Tim Pemenangan Afi, Sugeng Riyanto, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib dan menyerahkan sepenuhnya pengusutannya kepada kepolisian.

“Kami ingin pelakunya segera ditangkap dan ke depan kepolisian bisa mencegah agar tindakan seperti ini yang mencederai demokrasi di Solo terulang kembali. Di sisi lain, meski mendapat teror kami tidak gentar dan menambah semangat kami hingga kampanye berakhir,” tandasnya.

Bentuk teror juga menerpa kubu tim pemenangan paslon nomor urut 2, FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo. Hanya saja, teror melalui pesan singkat tersebut dilayangkan kepada Ustadzah Pipik Dian Irawati sebelum mengisi pengajian akbar dan doa bersama untuk Rudy-Purnomo di Grha Wisata Niaga, Senin pagi (30/11). Alhasill, perempuan yang akrab disapa Umi Pipik tersebut urung menghadiri pengajian tersebut meski sudah ditunggu 1.300 jamaah pengajian Red Hijaber Community Solo (RHCS) dan Relawan Jenggala.

Tokoh Relawan Jenggala, Musdalifah Pangka mengatakan teror berupa SMS dan BBM tersebut terus menerus diterima Umi Pipik sejak pukul 02.00 WIB atau Senin dini hari. Adapun isi pesan singkat tersebut bernada keras dan bahasanya keras disertai ancaman jika nekat hadir, maka legitimasinya sebagai ustadzah diragukan.

“Ancaman tersebut cukup menganggu kondisi Umi Pipik. Awalnya, Pipik bersedia hadir, namun tanpa ada backdrop  di atas panggung. Namun, karena pesan ancaman terus masuk, dia pun memutuskan membatalkan kehadirannya,” paparnya.

Terpisah, Ketua Tim Kampanye Rudy-Purnomo, Putut Gunawan mengatakan telah melaporkan teror SMS dan BBM yang dikirimkan kepada Umi Pipik tersebut. Dia berharap polisi bisa menindaklanjuti ancaman tersebut. “Nomor pengirimnya sudah jelas, polisi akan sangat mudah melacak,” katanya.

Sedangkan terkait aksi pelemparan mobil yang menimpa tim kampanye lawan, Putut enggan berkomentar. Dia menganggap aksi tersebut bisa dilakukan oleh siapa saja. “Jangan dipolitisir lantaran momentumnya mendekati pilkada,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas Polresta Solo, AKP Yuliantara mengaku masih mendalami kasus pelemparan mobil dengan memeriksa sejumlah saksi. Sedangkan terkait kasus pesan pendek bernada ancaman kepada Umi Pipik, Yuliantara mengaku belum mendengar laporan. “Nanti saya cek dulu ke Sentra Pelayanan Kepolisian,” katanya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *