Limbah Rumah Makan Dibuang ke Drainase

  • Whatsapp
Pembersihan Saluran di Kota Semarang, foto: www.metrosemarang.com

JEPARA, Jowonews.com – Drainase di kawasan kota Jepara, tepatnya di jalan Mangunsarkoro, dikeluhkan warga. Pasalnya, sejak turunnya hujan di kawasan kota air drainase berubah menjadi berwarna hitam pekat dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Kondisi itu dikeluhkan warga RT 1 RW 7 Kelurahan Panggang Kecamatan Jepara Kota Kabupaten Jepara.

Selain mengganggu warga, aroma tidak sedap yang diduga ditimbulkan dari air drainase yang tercemar, juga dikeluhkan guru dan siswa SD Negeri Panggang 9 yang berada di samping saluran drainase.

Bacaan Lainnya

Sutrisno, warga setempat menyampaikan, pencemaran air di saluran drainase Jalan Mangunsarkoro diduga dari pembuangan limbah dari tiga rumah makan yang ada di sepanjang jalan tersebut, yaitu Rumah Makan Rengkot Buyut, Rumah Makan Padang, dan Rumah Makan Soto.

“Kondisi air sebelum Rengkot Buyut putih jernih dan tidak berbau, tapi muali Rengkot Buyut berubah menjadi hitam dan berbau,” ujar Sutrisno, Selasa (01/12).

Lebih lanjut, Sutrisno menyampaikan, pihaknya mengaku pernah mendatangi dan meminta penjelasan dari pengelola rumah makan Rengkot Buyut. Kemudian bersama-sama pihak rumah makan melihat kondisi air. “Namun, setelah saya minta untuk ditunjukan instalasi pengolahan limbahnya, tidak ditunjukan. Katanya ada di dalam,” kata Sutrisno.

Dia mengatakan, tidak hanya warga yang dilewati aliran drainasi yang mengeluhkan aroma tak sedap,  pihaknya sebagai tokoh lingkungan pun pernah mendapatkan aduan dari pihak SD Negeri Panggang 9. Akibat aroma tak sedap, para siswa enggan membuka jendela sekolah dan konsentrasi proses belajar siswa menjadi terganggu. “Pihak sekolah sudah mendatangi pengurus RT untuk meminta bantu penertiban lingkungan,” tandas Sutrisno.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Trisno Santoso, menyampaikan, menerima laporan masyarakat berkait dengan dugaan pencemaran air di saluran drainase, pihaknya lantas melakukan pengecekan. Dari pengecekan awal, diduga air di saluran darinase dalam kota itu tercemar akibat pembuangan limbah dari tiga rumah makan.

“Pengecekan awal, Rengkot Buyut tidak memiliki instalasi pengolahan limbah. Sementara rumah makan padang memang sudah mempunyai bak kontrol limbah,” ujarnya.

Trisno melanjutkan, pihaknya meminta pada pengelola rumah makan Rengkot Buyut untuk segera membuat instalasi pengelolaan limbah. Sementara, pihak pengelola rumah makan padang sudah melakukan penyedotan.(JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *