Orang Salatiga Ngendat di Kebun Kopi

  • Whatsapp
Ilustrasi bunuh diri
Ilustrasi bunuh diri

SALATIGA,Jowonews.com – Sutarno (43) warga Dukuh Gamol RT 05 RW 03, Dukuh, Sidomukti, Salatiga ditemukan tewas gantung diri di sebuah kebun kopi, tak jauh dari rumahnya, Selasa ( 1/12) siang. Diduga, perbuatan nekat penjual penthol cilot ini karena depresi masalah keluarga.

Peristiwa ini kali pertama  diketahui oleh istri korban, Warsiyem (40) sekitar pukul 09.45 WIB, setelah saksi ditelepon oleh suaminya.

Bacaan Lainnya

Keterangan yang dihimpun wartawan, bermula saat Sutarno menelpon istrinya Warsiyem dan meminta untuk dijemput di kebun kopi. “Buk aku jemputen nang kebon kopi,” kata Warsiyem menirukan ucapan suaminya.

Karena bingung, Warsiyem lantas mendatangi kebun kopi yang dimaksud, ditemani oleh kerabat korban bernama Zumri, (50) dan istrinya Mainah (50). Ketika sampai di kebun kopi, Warsiyem melihat tubuh suaminya sudah dalam keadaan tergantung di pohon kopi setinggi sekira tiga meter, dengan seutas tali plastik ( dadung) yang menjerat lehernya.

Warsiyem pun langsung berteriak histeris. Zumri yang melihat peristiwa ini spontan langsung bertindak cepat menolong korban, dengan harapan nyawa Sutarno bisa diselamtakan. Zumri langsung memotong batang pohon yang dipakai korban untuk gantung diri. Setelah terlepas dari gantungan, warga sekitar yang sudah berkerumun di lokasi hendak melarikan korban ke rumah sakit. Namun nyawa korban sudah tidak tertolong.

Tak lama kemudian, petugas dari Polsek Sidomukti dan petugas medis dari Puskesmas Sidomukti datang ke lokasi. Dari hasil visum yang dilakukan oleh Dokter Dian Putri, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Tanda-tanda yang ada lazimnya orang gantung diri.

Kapolsek Sidomukti AKP Christian Aer melalui Kanit Reskrim Polsek Sidomukti, AKP Joko Lelono, mengatakan dari hasil visum dokter, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, sehingga korban murni bunuh diri. Dikatakan Joko, korban juga meninggalkan sebuah surat, yang berisi permohonan maaf kepada keluarga. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *