Polda Jateng Kejar Bandar Judi

  • Whatsapp
Ilustrasi Judi. (Foto : IST)
Ilustrasi Judi. (Foto : IST)

SEMARANG, Jowonews.com – Sepanjang tahun 2015 ini, jajaran Polda Jateng telah mengungkap sebanyak 931 kasus perjudian  dengan tersangka yang diproses sebanyak 1041 orang. Ratusan praktik perjudian yang berhasil terungkap meliputi judi kopyok, dadu, adu ayam, togel jenis Singapura dan Hongkong, hingga judi bola. Berbagai jenis perjudian tersebut juga meliputi praktik perjudian dengan modus memanfaatkan jaringan IT (informasi teknologi) berupa fasilitas pesan singkat atau SMS (short message service) serta melalui media internet.

Meski telah mengungkap ratusan kasus dengan ribuan tersangka, Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) bersama Satuan Reskrim di jajaran Polres seluruh Jawa Tengah, masih harus bekerja keras. Terutama dalam memberantas praktik perjudian. Pasalnya dari ratusan kasus tersebut, belum ada yang menyentuh para banda-bandar judi dan pengungkapan tersebut masih didominasi oleh penindakan tegas terhadap pengecer dan pengepul.

Bacaan Lainnya

Direktur Reskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha, mengatakan, diungkapnya sebanyak 931 kasus perjudian dengan 1041 tersangka, adalah hasil kerja polisi dan kerjasama masyarakat. Lebih dari itu juga peran dari stakeholder.

“Mereka yang tertangkap lebih banyak pengepul dan pengecer judi togel Hongkong. Memang judi togel masih marak di Jawa Tengah,” terang  Gagas dalam gelar perkara di kantor Dit Reskrimum Polda Jateng, kompleks Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (2/12).

Berbagai kasus tersebut didominasi oleh judi togel, baik Singapura maupun Hongkong. Selain itu juga judi yang menggunakan modus online atau memanfaatkan pesan singkat, termasuk judi bola. Menurut Gagas, perkembangan praktik judi saat ini memang sudah mulai memanfaatkan jaringan IT. Para pelaku judi online ini tidak semua orang bisa mengakses. “Hanya orang-orang tertentu. Saat ini kami sedang berusaha memberantas praktik tersebut bersama dengan instansi terkait. Kita harus pelan-pelan,” jelasnya.

Terkait keberadaan bandar judi di balik semua praktik judi yang terbongkar, Gagas menegaskan pihaknya masih berupaya untuk mengejarnya. “Untuk bandar memang belum (terungkap, red). Sampai saat ini memang masih banyak pengecer dan pengepul, tapi kami tetap kejar dan kembangkan dampai ke bandar. Kita tidak pandang bulu dalam menindak kasus perjudian,” ungkapnya.

Gagas menambahkan, mengenai barang bukti yang disita dari praktik perjudian tersebut akan masuk ke dalam kas negara. “Kalau ditotal ratusan juta, barang bukti (uang, red) akan masuk ke kas negara,” imbuhnya. (JN01/JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *